Pemadaman Karhutla Melalui Udara di Kayong Utara Terkendala Kabut Asap Tebal

  • 03 Okt 2026 22:42 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar) melalui udara dengan helikopter water bombing (heli WB) masih belum maksimal karena terkendala kabut asap tebal yang mengganggu jarak pandang (visibility) untuk penerbangan.

Mitra BNPB pengoperasian helikopter Super Puma H225 Registrasi VH-HGM melalui operator PT. Sumberdaya Komptelindotama Teddy Saputra mengatakan, pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026, helikopter Super Puma H225 melakukan water bombing di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir Selatan, Kabupaten Kayong Utara dengan melakukan 28 water drop menggunakan 112.000 liter air. Saat meninggalkan lokasi, kondisi area masih berasap tebal.

"Adapun kendala yang kami hadapi di lokasi yaitu jarak pandang yang sangat minim (visibility below minima) karena kabut asap tebal, meski demikian kondisi itu masih dalam kondisi safety (keselamatan), sehingga crew kami tetap melakukan penerbangan dan misi pemadaman," kata Teddy Saputra kepada RRI Pontianak usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar, Sabtu, 3 Oktober 2026 malam.

Teddy menjelaskan, berdasarkan hasil briefing malam ini, pada Minggu, 4 Oktober 2026 besok, helikopter Super Puma H225 direncanakan akan melakukan water bombing di lokasi yang sama, yaitu di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir Selatan, Kabupaten Kayong Utara.

"Kami berharap, pada Minggu besok kondisi cuaca dan visibility mendukung, sehingga kami bisa melakukan water bombing di lokasi tersebut," ucap Teddy, mengharapkan.

Sementara itu, Mitra BNPB pengoperasian helikopter Sikorsky UH-60L Registrasi VA-L6TT melalui operator PT Elang Dhirgantara Candracanta, Fikar menuturkan pada saat melakukan water bombing di Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara kami menghadapi kendala visibility below minima karena kabut asap tebal, kemudian kami mengalihkan pemadaman di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

"Di Desa Mekar Sari, kami melakukan 1 sortie dengan 21 water drop atau 84.000 liter air dengan kondisi akhir hotspot padam," kata Fikar.

Fikar menambahkan, tidak jauh dari Desa Mekar Sari, pihaknya menemukan hotspot di Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Di lokasi ini, helikopter Sikorsky UH-60L melakukan 25 kali water drop dengan 100.000 liter air.

"Saat meninggalkan lokasi, kondisi hotspot masih berasap. Untuk kumulasi jam terbang hari ini di 4 jam 16 menit dengan 46 kali water bombing atau 184.000 liter air," ujar Fikar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....