Satpol PP Kalbar Temukan 13 Hektare Lahan Bekas Terbakar di Desa Sungai Malaya

  • 03 Okt 2026 21:41 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Satgas darat terpadu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dari Satgas perlindungan masyarakat (Linmas) Satpol PP Kalbar menemukan sekitar 13 hektare lahan bekas terbakar di Desa Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Anggota Satgas Linmas Satpol PP Kalbar Heri Saputra mengatakan, pada Sabtu, 3 Oktober 2026, Satgas Linmas Satpol PP Kalbar menerjunkan 49 personel yang terdiri dari 2 tim untuk melakukan ground check di wilayah Desa Sungai Malaya, kawasan sekitar Jalan Sungai Malaya dan Jalan Parit Lambau serta jalur lingkungan di sekitarnya dan Jalan PT. Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK) atau Dusun Parit Arang hingga Desa Kubu Padi.

"Dari hasil ground check melalui drone, teridentifikasi total luas lahan bekas terbakar sekitar 13 hektare 625 meter yang terdiri dari Tim 1 seluas ±1,745 hektare dan Tim 2 seluas ±11,88 hektare. Pada saat pemeriksaan tidak ditemukan api, asap, bara maupun hotspot aktif," kata Heri, usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar. Sabtu, 3 Oktober 2026 malam.

Heri menambahkan, untuk memudahkan pemadaman karhutla, Satgas Linmas Satpol PP Kalbar terus melakukan pemantauan lanjutan, identifikasi akses dan sumber air, serta koordinasi dengan masyarakat untuk mendukung deteksi dini dan penanganan apabila terjadi kebakaran kembali.

"Jika pada saat melakukan ground check, ditemukan hotspot, maka tim kami akan langsung melakukan pemadaman. Karena setiap melakukan ground check, tim kami selalu membawa peralatan pemadaman seperti mesin pompa, selang penyedot, nozzle dan peralatan pemadam lainnya," ucap Heri, menjelaskan.

Heri menuturkan. kegiatan ground check juga dilakukan Satgas Linmas Satpol PP Kabupaten Kayong Utara. Dari hasil ground check ditemukan titik hotspot yang tidak bisa dijangkau oleh tim satgas darat.

"Kami berharap kondisi visibility bisa mendukung untuk dilakukan pemadaman oleh helikopter water bombing Kabupaten Kayong Utara," ujar Heri mengharapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....