Kabut Asap Hambat Helikopter Sikorsky UH-60L dan Super Puma H225 Lakukan Pemadaman
- 04 Okt 2026 22:33 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menurunkan jarak pandang (visibility) berdampak pemadaman dengan water bombing yang dilakukan helikopter Sikorsky UH-60L dan Super Puma H225 kurang maksimal.
Mitra BNPB pengoperasian helikopter Sikorsky UH-60L Registrasi VA-L6T melalui operator PT. Elang Dhirgantara Candracanta, Fikar mengatakan, pada Minggu, 4 Oktober 2026 melakukan 2 sortie water bombing di Kabupaten Kubu Raya. Untuk sortie pertama, helikopter Sikorsky UH-60L melakukan pemadaman di Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya dan berhasil melakukan 11 kali water bombing dengan 44.000 liter air.
"Saat kami meninggalkan lokasi, kondisi hotspot masih berasap dan terpantau beberapa titik di sekitar lokasi tersebut. Namun karena faktor jarak pandang rendah (due to low visibility), kami memutuskan kembali ke basecamp," kata Fikar kepada RRI Pontianak usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusdalops BPBD Kalbar. Minggu, 4 Oktober 2026 malam.
Fikar menambahkan, saat ingin melakukan sortie kedua di lokasi yang terpantau terdapat titik panas (hotspot) tidak jauh dari Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, helikopter Sikorsky UH-60L terkendala kabut asap tebal dengan jarak pandang 200 hingga 300 meter di lokasi hotspot.
"Minimnya jarak pandang di lokasi yaitu di Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya membuat kami kesulitan untuk mengambil air di sungai, sehingga bambi bucket yang kami miliki tidak kelihatan sama sekali. Dengan kondisi ini, pilot memutuskan untuk kembali ke basecamp. Pada hari ini kami hanya bisa melakukan 1 sortie dengan durasi 1 jam 35 menit di lokasi tersebut," kata Fikar, menjelaskan.
Sementara itu, Mitra BNPB, pengoprasian helikopter Super Puma H225 Registrasi VH-HGM di hari yang sama melakukan 1 sortie pemadaman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara dan berhasil melakukan 20 kali water drop.
"Saat kami meninggalkan lokasi, kondisi di area tersebut masih berasap. Adapun kendala yang kami hadapi masih tetap sama karena faktor kabut asap yang lumayan pekat dan berdampak kurang maksimalnya proses pemadaman. Namun, kondisi itu masih dalam koredor safety (keselamatan), sehingga kami bisa menyelesaikan misi pemadaman.
Teddy menjelaskan, pada hari ini helikopter Super Puma H225 berhasil melakukan penerbangan dengan total 3 jam 45 menit dengan 20 kali water drop atau 80.000 liter air.
"Kami bersama crew masih sangat berharap pada Senin 5 Oktober 2026 besok masih bisa berpartisipasi dan juga besar harapan kami bisa didukung dengan cuaca dan visibility yang sangat memungkinkan untuk melaksanakan pemadaman," ujar Teddy, berharap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....