Satgas Udara Kerahkan Dua Heli WB Padamkan Karhutla 9 Lokasi di Kabupaten Ketapang
- 02 Okt 2026 23:49 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Satgas Udara penanganan kahutla Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengerahkan dua helikopter water bombing (heli WB) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diantaranya helikopter Super Puma H225 Registrasi VH-HGM dan helikopter Bell L4 Registrasi PK-ALE melakukan pemadaman karhutla di 9 lokasi di Kabupaten Ketapang.
Mitra BNPB pengoperasian helikopter Bell L4 Registrasi PK-ALE melalui operator PT. Alkonost Aviasi Indonesia Riyan Hidayat mengatakan, pada Jumat, 2 Oktober 2026, helikopter Bell L4 melakukan pemadaman karhutla di 11 lokasi di Kabupaten Ketapang yang terdiri dari 8 lokasi memiliki hotspot dan 3 lokasi nihil hotspot.
"Adapun 8 lokasi yang memiliki hotspot diantaranya Desa Jungkal, Kecamatan Tumbang Titi, Desa Semantun, Kecamatan Jelai Hulu, Desa Pelempangan, Kecamatan Manis Mata, Desa Kendawangan, Kecamatan Kendawangan, Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan, Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata dan di Kecamatan Matan Hilir Selatan," kata Riyan usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar. Jumat, 2 Oktober 2026 malam.
Riyan menuturkan, untuk 3 lokasi yang nihil hotspot diantaranya di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Desa Riam Batu Gading, Kecamatan Marau dan Desa Randai, Kecamatan Marau. Karena di 3 lokasi ini clear dan tidak ditemukan hotspot.
"Pada hari ini, kegiatan helikopter Bell L4 yang berada di Ketapang Base melakukan penerbangan 2 jam 21 menit dengan 1 sortie," ujar Riyan.
Sementara itu Mitra BNPB pengoperasian helikopter Super Puma H225 Registrasi VH-HGM melalui operator PT. Sumberdaya Komptelindotama, Teddy Saputra menuturkan, pada hari yang sama, helikopter Super Puma melakukan 1 sortie pemadaman karhutla di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap dengan 11 kali water bombing dengan 44.000 liter air. Pada saat kami meninggalkan lokasi, kondisi hotspot masih berasap tebal.
"Adapun kendala yang kami hadapi saat melakukan penerbangan yaitu faktor visibility untuk menuju ke lokasi tersebut. Selain itu, kondisi kabut asap masih sangar tebal dengan jarak pandang sekitar 1.000 hingga 1.500 meter," ucap Teddy.
Teddy menjelaskan, meski terkendala faktor visibility, pihak tetap melakukan water bombing karena kendala itu masih dalam kondisi safety bagi kami melakukan penerbangan.
"Total waktu penerbangan yang kami lakukan hari ini sebanyak 4 jam 23 menit. Setelah kami melakukan water drop sebanyak 11 kali, kondisi area masih berasap tebal," tutur Teddy, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....