Awan Cumulonimbus Jadi Kendala Dua Heli WB Padamkan Karhutla di Kayong Utara

  • 02 Okt 2026 22:15 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Dua helikopter water bombing (heli WB) milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yaitu helikopter MI-172 Registrasi VN-8424 dan helikopter Sikorsky UH-60L Registrasi VA-L6T mengalami kendala saat memadamkan karhutla di Kabupaten Kayong Utara, karena adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus.

Mitra BNPB, pengoprasian helikopter MI-172 Registrasi VN-8424 melalui operator PT. Gunung Selatan Andi Cahyo mengatakan, pada Jumat, 2 Oktober 2026, helikopter MI-172 berhasil melakukan dua sortie dengan target pemadaman di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.

"Untuk sortie pertama, kami melakukan 20 kali water drop dengan 80.000 liter air di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Namun pada saat kami meninggalkan area, kondisinya masih berasap tebal. Pada sortie kedua, kami melakukan 20 kali water drop dan saat kami meninggalkan area, lokasi tersebut masih berasap," kata operator PT. Gunung Selatan Andi Cahyo usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar. Jumat, 2 Oktober 2026 malam.

Andi menjelaskan, adapun kendala yang dihadapi selama penerbangan yaitu faktor kondisi jarak pandang (visibility), karena adanya pertumbuhan awan konvektif yang menjulang sangat tinggi dan padat menyerupai gunung atau menara besar (Cumulonimbus) dan curah hujan yang turun saat menembus lokasi dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Kayong Utara.

"Awan Cumulonimbus tentu menjadi kendala dalam penerbangan, dan pasti akan selalu dihindari, tetapi saat menghindari, masih terdapat kumpulan awan konvektif, ini tentu menjadi tantangan dan kendala, namun dengan pengalaman. Namun professionalisme dan perhitungan dari crew kami, Alhamdulillah, crew kami dapat menembus awan tersebut sehingga misi water bombing bisa kami lakukan dengan maksimal di lokasi," ucap Andi Cahyo.

Sementara itu, Mitra BNPB pengoperasian helikopter Sikorsky UH-60L Registrasi VA-L6T melalui operator PT. Elang Dhirgantara Candracanta, Fikar menuturkan, pada hari yang sama helikopter Sikorsky UH-60L juga berhasil terbang melakukan satu sortie pemadaman karhutla di Desa Teluk Batang, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara dengan 20 kali water drop dengan 88.000 liter air.

"Saat kami meninggalkan lokasi, kondisi titik panas (hotspot) di area itu masih dalam kondisi berasap tipis dan kami kembali ke basecamp. Namun saat kami ingin melakukan sortie kedua, kami menemui kendala adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus di bandara dan di lokasi titik hotspot," ujar Fikar, menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....