21 September, Helikopter Chinook CH-47 Jepang Mulai Padamkan Karhutla di Ketapang
- 18 Sep 2026 23:52 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Helikopter berat Chinook CH-47 milik militer Jepang (JSDF) akan dikerahkan melakukan water bombing (bom air) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang pada hari Senin, 21 September 2026.
Perwakilan Kementerian Pertahanan Liaison Officer (LO) Chinook CH-47 Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati dari Wing Udara 22, Group Dua Heli mengatakan, helikopter Chinook CH-47 Jepang akan diangkut dan diberangkatkan dari Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah menggunakan kapal perang amfibi JS Kunisaki ke Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang pada hari Minggu, 20 September 2026 pukul 08.00 WIB.
"Besoknya pada hari Senin, 21 September 2026, helikopter Chinook CH-47 ini akan langsung melakukan water bombing di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang," kata Kapten Pnb Dhimas Jati kepada RRI Pontianak usai mengikuti briefing malam bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusdalops BPBD Kalbar, Jumat, 18 September 2026 malam.
Dhimas Jati menuturkan, helikopter Chinook CH-47 akan fokus melakukan pemadaman karhutla di Kendawangan selama 5 hari mulai tanggal 21 hingga 26 September 2026, karena sampai saat ini wilayah Kendawangan masih memiliki titik yang cukup banyak.
"Usai melakukan misi pemadaman karhutla di Kabupaten Ketapang selama 5 hari, helikopter Chinook CH-47 akan kembali ke Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah pada hari Sabtu, 26 September 2026," ucap Dhimas Jati.
Kapten Pnb Dhimas Jati menuturkan, untuk hari ini, Jumat, 18 September 2026, Chinook CH-47 telah melakukan satu sortie, satu run water bombing dengan kapasitas yang diangkut sebanyak 5.000 liter memadamkan karhutla di Desa Semparong Parit Raden, Kecamatan Sungai Kunyit Kabupaten Mempawah
"Saat melakukan water bombing terdapat kendala pada teknical dan sudah bisa teratasi dengan baik. Insya Allah, besok helikopter Chinook CH-47 sudah bisa beroperasi lagi," ujar Kapten Pnb Dhimas Jati, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....