Faktor Visibility, Armada Chinook Jepang Perdana Padamkan Karhutla di Mempawah
- 16 Sep 2026 20:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Satu armada Jepang jenis Chinook CH-47 yang membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Rabu, 16 September 2026 pagi melakukan penerbangan water bombing perdananya membantu pemadaman karhutla di Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.
Perwakilan Kementerian Pertahanan melalui Liaison Officer (LO) Chinook Jepang, Kapten Pnb Dhimas Jati dari Wing Udara 22 Group Dua Heli mengatakan, selama 5 hari berada di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, armada Chinook Jepang sudah 3 kali melakukan penerbangan, satu tes flight, dan 1 sortie water bombing dengan 2 putaran di Kabupaten Mempawah.
"Untuk hari ini armada bantuan dari negara Jepang telah menerbangkan satu armadanya Chinook jenis CH-47 untuk melakukan 1 sortie water bombing dengan dua kali putaran di desa Malikian, Kabupaten Mempawah," kata Kapten Pnb Dhimas Jati kepada RRI Pontianak usai mengikuti briefing malam bersama tim terpadu penanganan kahutla Kalbar di ruang Pusdalops, BPBD Kalbar. Rabu, 16 September 2026 malam.
Dhimas Jati menjelaskan, selama berada di Kalbar, bantuan armada Jepang Chinook CH-47 baru bisa melakukan pemadaman karhutla di Kabupaten Mempawah, kondisi ini dikarenakan faktor jarak pandang (visibility) yang tidak memungkinkan untuk melakukan pemadaman di daerah lain yang memiliki titik api terbanyak.
"Meski minimal visibility untuk Chinook CH-47 melakukan penerbangan 3.000 meter, namun Alhamdulillah setelah ada kesempatan visibility membaik, water bombing bisa terlaksana walau hanya 1 sortie 2 run," ucap Kapten Pnb Dhimas Jati.
Dhimas menuturkan, faktor visibility masih menjadi kendala Chinook CH-47 Jepang untuk melakukan pemadaman sejak tiba di Kalbar pada 12 September 2026 di bawah 1.000 meter. Namun jika dilihat dalam dua hari terakhir ini sudah terjadi hujan di beberapa daerah di Kalbar, tentunya ini akan memudahkan Chinook Jepang untuk memadamkan karhutla di daerah lainnya.
"Adapun kendala yang dihadapi Chinook Jepang dalam melakukan pemadaman ialah pasokan air yang harus diambil dari laut (Pelabuhan Internasional Kijing) sehingga pemadaman hanya bisa dilakukan di area terdekat saja," ucap Dhimas.
Dhimas mengatakan, untuk saat ini, Chinook Jepang masih memfokuskan pemadaman di Kabupaten Mempawah, kemudian pemadaman kahutla akan difokuskan di daerah Kendawangan, Kabupaten Ketapang.
"Kami berharap, beberapa hari kedepan masih terjadi turun hujan dan mampu memperbaiki kondisi visibilit , sehingga armada Chinook Jepang bisa diberangkatkan menggunakan Kapal perang amfibi JS Kunisaki milik Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF) menuju Kabupaten Ketapang untuk memadamkan karhutla di daerah Kendawangan," ujar Kapten Pnb Dhimas Jati, mengharapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....