Tiga Hari, Penerbangan di Bandara Supadio Lumpuh Dampak Kabut Asap Pekat

  • 14 Sep 2026 11:28 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kabut asap pekat yang menyelimuti Provinsi Kalimantan Barat dalam 3 hari terakhir berdampak lumpuhnya jadwal penerbangan dari maupun nenuju Bandara Internasional Supadio karena faktor jarak pandang (visibility) pada pagi hari yang hanya mencapai 300 meter.

Branch Communication & CSR Departement Head, M. Joko Wahyudi mengatakan, sejak hari Sabtu hingga hari ini terdapat 73 penerbangan harus ditunda dan direschedule akibat kabut asap pekat. Untuk hari ini kondisi di Bandara Supadio hingga pukul 09.45 WIB, jarak pandang masih diangka 300 meter. Sehingga sampai saat ini juga belum ada maskapai yang terbang maupun mendarat di Bandara Internasional Supadio.

"Berdasarkan jadwal, ada beberapa maskapai penerbangan yang akan berangkat pagi tadi, namun karena kondisi visibility yang hanya 300 meter sampai pukul 10.00 WIB, belum ada maskapai yang terbang," kata Joko kepada RRI Pontianak di ruang chek in Bandara Internasional Supadio, Senin, 14 September 2026 pagi.

Joko menambahkan, kondisi visibility yang hanya mencapai 300 sudah terjadi sejak hari Sabtu kemarin, sehingga selama tiga itu terdapat 73 penerbangan di Bandara Internasional Supadio ditunda dan direschedule (penjadwalan ulang) penerbangannya.

"Berdasarkan data yang kami miliki, pada hari Sabtu kemarin hanya ada 11 jadwal penerbangan yang bisa dilakukan terdiri 6 kedatangan dan 5 keberangkatan dan untuk hari Minggu ada 9 jadwal penerbangan yang dilakukan, terdiri dari 5 kedatangan dan 4 keberangkatan. Sementara untuk hari ini, belum ada informasi dari maskapai adanya pembatalan maupu reschedul penerbangan, dan kami masih menunggu informasi dari pihak maskapai terkait adanya pembatalan maupun penundaan penerbangan," ucap Joko.

Airport Quality & SMS Departement Head Yakobus Thomry Toto menjelaskan, selama terjadinya penundaan dan reschedule jadwal penerbangan, Bandara Internasional Supadio telah melakukan penambahan personel di area chek in maupun di ruang tunggu.

"Selain itu, kami juga melakukan pembagian masker, makanan ringan dan air kepada pengguna jasa yang terdampak penundaan jadwal penerbangan. Kemudian kami juga terus meningkatkan informasi kepada penumpang melalui papan informasi kami," ujar Yakobus.

Yakobus menuturkan, untuk memberikan informasi terkait adanya penundaan maupun reschedule jadwal penerbangan, Bandara Internasional Supadio juga melakukan Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) bersama stakeholder, baik dari Airlines, airnav dan BMKG, sehingga maskapai bisa memberikan informasi kepada pengguna jasa apabila maskapai itu melakukan penundaan penerbangan lebih awal.

Sementara itu, satu diantara penumpang yang terdampak reschedule jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio Parno mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan adanya penundaan jadwal penerbangannya oleh maskapai.

"Dengan kondisi kabut asap pekat seperti saat ini, wajar saja jika maskapai menunda semua jadwal penerbangan, karena kondisi ini sangat berbahaya sekali jika dipaksakan terbang, sebab jarak pandang hanya 300 meter saja," kata Parno.

Parno menceritakan, dengan kondisi kabut asap pekat ini, dirinya telah mengalami 3 kali penundaan keberangkatan, pada hari Sabtu kemarin penerbangannya menggunakan maskapai Garuda Indonesia direschedule pada hari Minggu siang, kemudian direschedule lagi hari ini yang rencananya akan diberangkatkan pada malam hari.

"Saya berharap malam ini kondisi visibility di Bandara Internasional Supadio kembali normal, sehingga jadwal penerbangan saya tidak lagi ditunda dan direschedule. Karena salama tiga hari saya menunggu jadwal penerbangan, kondisi kabut asap di Kota Pontianak sangat baik, namun jika siang kondisinya sangat pekat sekali," ucap Parno.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....