Hotspot di Kalbar Turun, BNPB Apresiasi Satgas Darat Terpadu dan Satgas Udara
- 29 Sep 2026 21:53 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan apresiasi kepada satgas darat terpadu dan satgas udara dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menekan jumlah titik panas (hotspot) selama kurang lebih 3 bulan sejak Juli hingga September 2026 di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Apresiasi itu disampaikan langsung oleh Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo saat menghadiri briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kalbar, Selasa, 29 September 2026 malam. Asrianus mengatakan, berdasarkan hasil rapat bersama Kementrian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) tingkat kebakaran lahan di Kalbar mengalami penurunan.
"Hasil rapat kami bersama Kemenko Polkam, saat ini karhutla di Provinsi Riau sudah terkendali dan wilayah Kalbar menyusul, karena yang tadinya Kalbar berada di atas, tiba-tiba ada di bawah. Artinya tingkat kebakaran di Kalbar ini sudah sangat nihil," kata Asrianus Bulo.
Asrianus menambahkan, dengan kondisi saat ini, bisa dikatakan penanganan karhutla yang dilakukan satgas udara dan satgas darat terpadu di Kalbar ini sudah sangat berhasil dan kebakaran juga sudah bisa terkendali.
"Alhamdulilla, Karhutla di Kalbar dapat terkendali dan bisa dikatakan clear, jika dibandingkan dengan provinsi lainnya, kemajuan penanganan karhutla di Kalbar bisa saya katakan sudah sangat maksimal," ujar Asrianus Bulo.
Di tempat yang sama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalbar Novel Umar menilai, jumlah hotspot di Kalbar saat ini cenderung menurun, khususnya di wilayah utara dan timur Kalbar boleh dikatakan sudah tidak ada lagi.
"Namun yang masih itu di Kabupaten Kayong Utara dan Ketapang. Sementara di Kabupaten Kubu Raya dan daerah lainnya cenderung menurun dan jumlah sangat sedikit jika dibandingkan pada hari-hari sebelumnya,' ujar Novel Umar.
Novel menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio update tanggal 29 September 2026 pukul 17.00 petang, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalbar hanya 12 titik yang tersebar di 7 kabupaten.
"Dari 7 kabupaten yang memiliki hotspot itu, Ketapang masih memiliki hotspot terbanyak dengan jumlah 5 titik, Sanggau 2 titik, sementara Sintang, Landak, Melawi, Sekadau dan Kabupaten Kubu Raya masing-masing 1 titik," tutur Novel.
Novel berharap, dalam beberapa hari kedepan satgas udara dan satgas darat terpadu bisa menyelesaikan dan menekan terjadinya karhutla dengan melakukan pemadaman baik melalui darat maupun udara.
'Saya berharap satgas darat terpadu dan satgas udara dapat menyelesaikan semua ini, sehingga tidak ada sebaran hotspot di Kalbar," ucap Novel, mengharapkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....