Kepala BNPB Perkuat Koordinasi Pelaksanaan OMC
- 05 Sep 2026 13:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bersama Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, Gubernur Kalbar Ria Norsan, Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono mengikuti briefing persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di briefing room Lanud Supadio, Sabtu, 5 Agustus 2026 pagi.
Usai mengikuti briefing, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, adanya curah hujan yang terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari tadi di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sintang dan beberapa daerah lainnya, sangat membantu pemulihan kondisi cuaca di Kalbar, meski jarak pandang (visibility) nya masih sangat terganggu.
"Ketika lahan gambut diguyur hujan, maka asapnya akan keluar. Kondisinya yang sangat mengganggu jarak pandang kita. Berdasarkan data BMKG, mulai tanggal 5 sampai 9 September 2026 potensi hujan alami akan terjadi. Dengan adanya hujan alami ini, maka kami akan perkuat dengan OMC," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto usai mengikuti briefing persiapan OMC di briefing room Lanud Supadio.
Kepala BNPB menuturkan, dengan memperkuat pelaksanaan OMC yang dibantu dengan hujan alami ini, sehingga debit air yang akan turun semakin deras. Dalam waktu dekat, akan didatangkan lagi satu pesawat untuk membantu pelaksanaan OMC. Dengan didatangkannya satu pesawat lagi, maka sudah ada 3 pesawat yang akan membantu pelaksanaan OMC, yaitu pesawat Cassa A-2117 milik TNI AU, pesawat Grand Caravan 208B miliki BNPB dan penambahan satu pesawat lagi.
"Adanya 3 pesawat OMC ini, tentunya akan membantu satgas darat di bawah koordinator bapak Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito dengan melakukan operasi udara melalui water bombing. Karena yang lebih efektif memadamkan karhutla itu hujan alami. Tapi kerja dari satgas darat di Kalbat ini sudah sangat luar biasa, dari kemarin 360 hektare yang terbakar dan yang bisa dipadamkan hampir 200 hektare. Untuk 160 hektare lainnya saat ini terus dilakukan pemadaman," ucap Kepala BNPB, menjelaskan.
Sementara itu, Danlanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono menambahkan, pelaksanaan OMC selama ini dinilai sangat efektif dalam menurunkan curah hujan di sejumlah wilayah Kalbar. Karena untuk penyemaian garam ini dilakukan sampai malam hari, karena untuk pelaksanaan OMC itu dilakukan pada sore dan malam hari.
"Adanya dukungan alam dengan terjadinya turun hujan, tentunya kami juga akan mendukung secara keilmuan dengan teknologi modifikasi cuaca. Untuk saat ini sudah ada dua pesawat untuk mendukung OMC dan 6 pesawat untuk mendukung water bombing," ujar Danlanud.
Marsma TNI Sidik Setiyono menjelaskan, saat ini negara Jepang sudah mengirimkan tim survei untuk memberikan dukungan terkait armada udara yang akan diperbantukan di wilayah Kalbar. Dalam hal ini TNI AU melalui Lanud Supadio akan mensinergikan dengan pesawat yang ada di Lanud Supadio.
"Terkait alutsista yang akan dikirimkan ke sini, tentunya nanti akan menjadi kebijakan dari Kementrian Pertahanan ataupun negara yang mendukung kerja-kerja yang ada di sini. Tentunya semua ini masih dilakukan oleh tim survei dari negara Jepang," ucap Danlanud.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....