Presiden Prabowo Kirim 8 Helikopter Water Bombing Tangani Karhutla di Kubu Raya

  • 22 Agt 2026 15:29 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Presiden Prabowo Subianto bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau dan memimpin langsung penanganan darurat bencana karhutla di Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026 pagi.

Presiden Prabowo tiba di Lanud Supadio pukul 10.50 WIB dengaan menggunakan pesawat Kepresidenan sementara Panglima TNI Jenderal Agus Subianto menggunakan pesawat Dessault Falcon 8X milik TNI Angkatan Udara dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggunakan pesawat Boing 737-800NG pukul 09.30 WIB.

Dari Lanud Supadio Pontianak, Presiden Prabowo menuju Posko Penanganan Karhutla di Kabupaten Kubu Raya untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus menerima pemaparan mengenai perkembangan kebakaran dan sebaran titik panas. Pada kesempatan ini, Presiden Prabowo juga menginstruksikan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto segera mengirimkan 8 helikopter water bombing untuk menangani karhutla di Kabupaten Kubu Raya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan, dalam peninjauannya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan Panglima TNI untuk Imengirimkan 8 helikopter water bombing, 50 mobil pemadam kebakaran dan menambah personel sebanyak 1.200 orang.

"Dengan bantuan ini, bapak presiden menginginkan khusus di Kabupaten Kubu Raya agar cepat dalam penanganan karhutla, sehingga tidak berdampak pada jarak pandang dan pembatalkan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak yang terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 pagi," kata Sukiryanto di sela mendampingi Presiden Prabowo meninjau titik karhutla di Kabupaten Kubu Raya.

Sukiryanto menilai, bantuan yang diberikan Presiden Prabowo sangat luar biasa dalam membantu Pemkab Kubu Raya menangani karhutla, karena setiap tahun, karhutla sering melanda dan mengganggu aktivitas masyarakat, penerbangan di Bandara Supadio dan proses belajar mengajar di sekolah.

"Saya mewakili masyarakat Kubu Raya menyampaikan terima kasih kepada bapak presiden yang luar biasa ini, sehingga mudah-mudahan kedepannya, bencana karhutla bisa diatasi sedini mungkin dan menurunkan jumlah titik panas (hotspot) yang sering meningkat setiap tahunnya," ucap Sukiryanto.

Sementara itu dalam laporannya kepada Presiden Prabowo, Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn.) Asrianus Bulo, memaparkan perkembangan karhutla berdasarkan hasil pemantauan satelit selama 24 jam terakhir.

Bulo menyebut satelit mendeteksi 198 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Menurutnya, tingkat kepercayaan tersebut menunjukkan adanya indikasi titik api dan asap di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Penanganan karhutla di Kalbar difokuskan pada penindakan tegas terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Selain itu, penanganan karhutla juga diprioritaskan untuk memulihkan jarak pandang akibat kabut asap pekat yang sempat mengganggu dan membatalkan jadwal penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak pada Jumat pagi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....