Water Bombing Dikerahkan Tangani Karhutla di Kalbar
- 21 Agt 2026 21:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat terus diperkuat. Salah satunya melalui pengerahan helikopter Sikorsky untuk melakukan operasi water bombing di sejumlah titik yang terdeteksi mengalami kebakaran.
Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono mengatakan, helikopter Sikorsky yang digunakan dalam operasi tersebut memiliki kemampuan membawa lebih dari 4.000 liter air dalam sekali pengambilan.
Menurutnya, efektivitas water bombing sangat bergantung pada jarak antara lokasi kebakaran dengan sumber air. Semakin dekat sumber air dengan titik karhutla, proses pengambilan hingga penyemprotan air dapat dilakukan lebih cepat.
"Kalau dekat itu akan lebih cepat karena lebih efektif untuk pergerakannya, ngambil air langsung disemburkan ke hutan atau lahan yang terbakar," ujar Sidik, Jumat 21 Agustus 2026.
Sidik menambahkan, kondisi geografis Kalimantan Barat yang memiliki banyak sungai dan sumber air cukup membantu pelaksanaan operasi. Namun, kendala tetap ditemui ketika titik kebakaran berada jauh dari lokasi yang memungkinkan helikopter mengambil air.
"Kalau yang area cukup luas, jauh dari sumber air yang bisa diambil airnya itu yang agak susah," katanya.
Dalam sehari, helikopter rata-rata melaksanakan dua sorti penerbangan. Setiap sorti berlangsung sekitar tiga hingga empat jam. Operasi juga dibatasi hingga sore hari karena pelaksanaan water bombing membutuhkan kondisi jarak pandang yang memadai.
Sidik menjelaskan, seluruh proses dalam misi water bombing, mulai dari mencari dan mengambil air hingga menjatuhkan air ke titik kebakaran, harus dilakukan secara visual.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat Ridwan mengatakan, penentuan titik sasaran water bombing dilakukan melalui proses perencanaan dan pemantauan kondisi karhutla.
Pergerakan helikopter serta titik yang menjadi sasaran dibahas dalam briefing malam dan kemudian difinalisasi melalui briefing pagi berdasarkan perkembangan titik api terbaru.
"Pergerakan helikopter dan titik-titik mana saja yang menjadi target kita itu pada briefing malam dalam tahap perencanaan. Kita finalisasinya biasa pada saat briefing pagi," ungkap Ridwan.
Ridwan menyebut, berdasarkan data terbaru, tiga wilayah dengan titik api tertinggi di Kalimantan Barat berada di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.
Ketiga wilayah tersebut menjadi perhatian dalam upaya pengendalian karhutla, termasuk melalui pengerahan helikopter untuk mempercepat pemadaman dari udara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....