Jarak Pandang 500 Meter, 4 Jadwal Penerbangan di Bandara Supadio Dibatalkan

  • 31 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Bencana kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalimantan Barat selama tiga pekan terakhir berdampak pada penundaan 4 jadwal penerbangan pada Senin pagi. Kondisi ini dikarenakan jarak pandang di Bandara Internasional Supadio kurang dari 1 kilometer.

Branch Communication & CSR Departement Head Bandara Internasional Supadio M. Joko Wahyudi mengatakan, pembatalan penerbangan di Bandara Internasional Supadio yang terjadi pada Senin pagi dikarenakan jarak pandang hanya mencapai 500 meter, sehingga pihak bandara melakukan pembatalan jadwal penerbangan.

"Adapun 4 jadwal pembatalan penerbangan yang terjadi pada Senin pagi yaitu, Lion Air, dari Pontianak - Surabaya, Super Air Jeet dua pembatalan penerbangan dari Pontianak - Jakarta dan Wings Air dari Pontianak - Ketapang. Pembatalan penerbangan ini dikarenakan kondisi kabut asap yang sangat tebal di pagi hari," kata Joko diwawancarai awak media, Senin, 31 Agustus 2026 pagi.

Joko menjelaskan selama sepekan terakhir terhitung tanggal 22 sampai 31 Agustus 2026 sudah terdapat 99 penerbangan yang berdampak pembatalan penerbangan, baik jadwal penerbangan pagi maupun penerbangan sore. Kondisi ini dikarenakan kondisi kabut asap yang fluktuatif pada pagi dan sore hari.

"Pembatalan jadwal penerbangan dilakukan karena visibility (jarak pandang) pada pagi hari dimulai pukul 06.00 sampai 09.00 WIB berkisar antara 500 sampai 800 meter, kemudian pada siang hari di atas 2000 meter dan sore hari pukul 16.00 sampai 18.00 WIB menurun lagi berkisar antara 800 meter sampai 1.000 meter," ujar Joko.

Sementara itu, Airport Quality & SMS Departement Head Yakobus Thomry Toto menambahkan, untuk jarak pandang yang ideal menyesuaikan fasilitas yang ada di bandara. Khusus untuk Bandara Internasional Supadio sendiri sudah memiliki pendaratan Get One atau kategori satu.

"Jarak minimum visibility yang ideal harus 800 meter untuk melakukan pendaratan, sementara untuk take off berkisar antara 1.000 sampai 1.600 meter. Namun pada penerapan dan pelaksanaannya di lapangan kembali lagi kepada pilot masing-masing maskapai.

Yakobus mengharapkan kepada penumpang yang memiliki jadwal penerbangan untuk memeriksa kembali jadwal penerbangan secara berkala melalui maskapai penerbangannya masing-masing untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait keberangkatan jadwal penerbangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....