Pemerintah Batalkan Sekolah Daring, Belajar Tatap Muka Dinilai Paling Efektif
- 27 Mar 2026 07:48 WIB
- Pontianak
Poin Utama
- Proses Pembelajaran
RRI.CO.ID, Pontianak - Keputusan pemerintah untuk membatalkan kebijakan sekolah daring mendapat dukungan dari berbagai pihak. Langkah ini dinilai sebagai upaya penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga sekaligus mencegah terulangnya fenomena learning loss seperti yang terjadi selama masa pandemi.
Direktur Abassuni Foundation, Fitri Abassuni menilai bahwa pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling efektif dalam proses pendidikan. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga menyangkut pembentukan pola pikir dan perilaku siswa.
“Pendidikan bukan sekadar tentang knowledge transfer, melainkan lebih kepada pembentukan mindset dan perubahan perilaku yang tidak sepenuhnya bisa dilakukan di lingkungan rumah,” ujar Fitri, Kamis, 26 Maret 2026.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membangun karakter peserta didik melalui interaksi langsung, kedisiplinan, serta lingkungan sosial yang terstruktur. Pembelajaran tatap muka dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dibandingkan metode daring.
Selama pandemi, sistem pembelajaran jarak jauh memang menjadi solusi darurat. Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan akses, kurangnya interaksi, hingga penurunan pemahaman materi menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan.
dikutip dari RRI.CO.ID, 25 Maret 2026, Pemerintah membatalkan rencana penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai April 2026. Kebijakan tersebut sebelumnya dirancang untuk efisiensi energi nasional.
Dengan penerapan pembelajaran tatap muka, diharapkan proses pendidikan dapat berjalan lebih optimal, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga dalam pembentukan karakter generasi muda.
Baca juga: WFA ASN dan Sekolah Daring Berpotensi Picu Technostress
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....