Angin Kencang Perparah Karhutla di Kawasan SMA Negeri 4 Sungai Raya

  • 24 Jul 2026 16:22 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Karhutla
  • SMAN 4 Sungai Raya, Kubu Raya
  • Faktor Angin

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, masih menjadi fokus pemadaman tim gabungan hingga Jumat, 24 Juli 2026. JF Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Edi Susanto, mengatakan, tim gabungan telah melakukan penanganan di kawasan tersebut selama sembilan hari.

Menurutnya, kondisi kebakaran dalam dua hari terakhir justru semakin parah. Tiupan angin kencang menyebabkan api meluas ke sejumlah titik, termasuk mendekati jalan besar. "Karena memang dari kondisi sebelumnya, dua hari terakhir itu makin parah di SMAN 4. Bahkan kemarin ditambah angin kuat, jadi makin bertambah lokasi kebakarannya," ujar Edi, saat berada di lokasi.

Edi menyebut, arah angin di lokasi kebakaran saat ini mengarah ke SMA Negeri 4 Sungai Raya. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan asap masuk ke lingkungan sekolah dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.

"Kalau kita lihat hari ini, anginnya arahnya pas betul ke arah SMA. Bayangkan kalau sedang ada kegiatan belajar mengajar, asap praktis masuk ke sekolah," katanya.

Selain angin kencang, keterbatasan sumber air juga menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Edi menjelaskan, meski terdapat sumber air di beberapa titik, debitnya tidak mencukupi untuk menjangkau seluruh lokasi kebakaran.

"Di depan SMAN 4 airnya ada. Tetapi karena api sudah mulai meluas ke arah jalan besar, beberapa titik airnya sulit. Di bagian tengah, airnya kecil sekali. Kalau agak ke atas sedikit, praktis airnya kurang," ujarnya.

Pemadaman melibatkan BPBD Provinsi Kalimantan Barat, BPBD Kabupaten Kubu Raya, personel Polda Kalbar, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta pemadam kebakaran swasta. Tim gabungan menargetkan api dapat dipadamkan dan kepulan asap yang ditimbulkan dapat dikurangi. Operasi pemadaman akan dilakukan hingga sore, bahkan dilanjutkan sampai malam hari jika diperlukan.

"Target hari ini sebisa mungkin kita padamkan, paling tidak mengurangi asap yang ada. Sampai sore, bahkan sampai malam kalau memang diperlukan," tuturnya.

Edi menegaskan, kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman tidak berjalan efektif. "Yang menjadi hambatan sekali lagi air, kedua kondisi angin. Kemarin kita tidak bisa efektif memadamkan karena anginnya kuat sekali, sehingga asap juga mengenai kita," katanya, mengakhiri.

Baca juga: BPBD Kalbar Maksimalkan Pemadaman Karhutla Dekat Bandara Supadio

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....