Cerita Rakyat: ​Anggur Asam, Anggur Pahit

  • 07 Feb 2026 17:31 WIB
  •  Pontianak

Episode 2: Menyebar Fitnah

RRI.CO.ID, Pontianak - Di persimpangan jalan setapak, Suro bertemu dengan sekumpulan warga hutan yang sedang bersantai. Di sana ada Pak Rusa, Bu Kelinci, dan Pak Kambing. Mereka menyapa Suro dengan ramah.

​"Selamat siang, Suro! Kamu tampak lelah sekali, dari mana?" tanya Bu Kelinci.

Suro memasang wajah jijik yang dibuat-buat. "Aku baru saja dari kebun di tepi hutan itu. Jangan sekali-kali kalian ke sana."

"Lho, kenapa?" tanya Pak Kambing penasaran. "Bukankah di sana sedang musim anggur? Kami berencana mau memetiknya sore nanti."

Suro tertawa meremehkan. "Anggur? Cih! Itu bukan anggur yang layak makan. Aku sudah mencicipinya sedikit tadi. Rasanya sungguh mengerikan. Itu Anggur Asam, Anggur Pahit! Perutku langsung mual hanya dengan melihatnya."

Pak Rusa mengerutkan kening, ia merasa heran. "Benarkah begitu, Suro? Setahuku, pohon anggur di tepi hutan itu adalah jenis terbaik. Warnanya ungu pekat, biasanya rasanya manis sekali seperti madu."

"Ah, kau tahu apa?" potong Suro dengan nada tinggi. "Aku yang baru saja dari sana. Percayalah, itu racun. Anggur Asam, Anggur Pahit! Jangan dimakan kalau kalian tidak ingin sakit perut."

Baca juga: Cerita Rakyat: Anggur Asam, Anggur Pahit

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....