Cerita Rakyat: ​Anggur Asam, Anggur Pahit

  • 08 Feb 2026 10:06 WIB
  •  Pontianak

Episode 3: Reaksi Masyarakat

RRI.CO.ID, Pontianak - Mendengar ucapan Suro yang berapi-api, warga hutan itu saling berpandangan. Namun, alih-alih takut, mereka justru tersenyum geli. Seekor Burung Murai yang sedari tadi bertengger di dahan pohon di atas mereka tiba-tiba tertawa terkekeh.

"Kenapa kau tertawa, Murai?" hardik Suro. Si Burung Murai menukik turun dan hinggap di tanduk Pak Rusa. "Maafkan aku, Suro. Tapi aku melihatmu tadi dari atas pohon. Kamu melompat puluhan kali tapi tidak berhasil menyentuh satu pun buah anggur itu. Bagaimana bisa kamu tahu rasanya asam dan pahit kalau menyentuhnya saja tidak sampai?"

Seketika wajah Suro memerah padam. Warga hutan yang tadinya diam kini mulai tertawa. Fitnah yang disebar Suro bukannya membuat takut, malah menjadi bahan candaan.

"Oalah, jadi begitu ceritanya," kata Pak Kambing sambil terkekeh. "Karena kakimu pendek dan lompatanmu rendah, rasa anggurnya yang berubah?"

Bu Kelinci menutup mulutnya menahan tawa, "Suro, Suro... Kami ini sudah tinggal di hutan ini bertahun-tahun. Kami tahu persis mana buah manis dan mana buah racun."


Baca juga: Cerita Rakyat: Anggur Asam, Anggur Pahit

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....