Cerita Rakyat: ​Anggur Asam, Anggur Pahit

  • 08 Feb 2026 19:25 WIB
  •  Pontianak

Episode 4: Nasihat untuk Sang Serigala

RRI.CO.ID, Pontianak - Suro merasa sangat malu. Ia hendak melarikan diri, tetapi Pak Rusa yang bijak melangkah maju dan menahannya dengan sebuah nasihat.

"Tunggu sebentar, Suro," ucap Pak Rusa dengan nada tenang namun tegas. "Tidak perlu marah."

"Kalian menertawakanku!" seru Suro membela diri.

"Kami tertawa karena ceritamu itu lucu," jawab Pak Rusa. "Dengar, Suro. Mengakui kekurangan diri itu jauh lebih terhormat daripada menjelek-jelekkan apa yang tidak bisa kau gapai."

Pak Rusa menatap mata Suro dalam-dalam. "Kau menyebar fitnah ke seluruh hutan dengan berteriak 'Anggur Asam, Anggur Pahit'. Tapi ingatlah satu hal: Kebenaran itu tidak bisa dirusak hanya dengan menyebar fitnah. Lidahmu bisa saja bilang pahit, tapi kenyataannya anggur itu tetap manis. Pada akhirnya, yang terlihat buruk bukanlah anggurnya, melainkan dirimu sendiri yang tidak mampu menerima kenyataan."

Warga hutan mengangguk setuju. Suasana menjadi hening sejenak, memberikan waktu bagi kata-kata itu untuk meresap ke dalam hati Suro. Tanpa bisa berkata apa-apa lagi, Suro menundukkan kepalanya. Dengan ekor yang terselip di antara kedua kakinya, ia berjalan pergi meninggalkan kerumunan hewan-hewan itu. Ia tidak hanya gagal mendapatkan anggur yang manis, tetapi ia juga kehilangan rasa hormat dari warga hutan karena ketidakjujurannya sendiri.

​Sementara itu, warga hutan melanjutkan perjalanan mereka menuju pohon anggur, menikmati buah manis yang memang sudah mereka ketahui kebenarannya sejak awal.

​Pesan Moral:

​Jangan menjelek-jelekkan sesuatu hanya karena kamu tidak bisa memilikinya. Kebohongan dan fitnah tidak akan mengubah kebenaran, tetapi justru akan merendahkan harga diri orang yang menyebarkannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....