Kenali Tanda Pubertas dan Cara Bijak Menghadapi Perubahan Diri
- 30 Sep 2026 00:30 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Memasuki masa remaja, setiap individu akan mengalami berbagai perubahan, mulai dari fisik, hormon hingga kondisi emosional. Memahami fase pubertas dan merespons perubahan diri secara bijak dinilai penting agar remaja tidak mudah merasa minder maupun mengalami kecemasan berlebih. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program RONDA (Ruang Obrolan Pro 2), Kamis, 24 September 2026. Dialog bertema “Kenali Pubertas, Pahami Perubahan Diri” tersebut menghadirkan dua mahasiswa magang Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kalimantan Barat dari jurusan Psikologi Islam, Laza Dalvi dan Diva Azhari.
Laza menjelaskan, perubahan fisik menjadi salah satu tanda yang mudah dikenali ketika seseorang memasuki masa pubertas. Perubahan tersebut dapat terlihat dari pertumbuhan tubuh maupun munculnya ciri-ciri fisik sekunder pada remaja laki-laki dan perempuan.
"Mungkin dari fisik, karena pubertas itu identik sama perubahan bentuk badan. Kalau cowok misalnya tumbuh jenggot, jakun yang paling menonjol, dan suara yang awalnya soft berubah jadi berat. Tubuh bertumbuh, jadi nafsu makan juga bertambah," ujar Laza.
Selain memahami perubahan fisik, Laza juga mengingatkan remaja untuk memperhatikan kesehatan dan kebersihan area reproduksi selama masa pubertas.
Sementara itu, Diva menyoroti perubahan pada kulit yang juga kerap terjadi akibat perubahan hormon, salah satunya munculnya jerawat. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang normal, tetapi komentar dari lingkungan sekitar terkadang membuat remaja merasa tidak percaya diri.
"Sebenarnya jerawat itu hal normal karena semua orang ngalamin. Tapi kadang timbulnya insecure itu datang dari komentar orang lain. Banyak yang tidak meminta saran, tapi tiba-tiba dikomentari. Hal-hal yang kalian anggap enggak normal itu sebenarnya normal," jelas Diva.
Diva juga mengingatkan remaja agar tidak sembarangan melakukan perawatan secara mandiri ketika menghadapi masalah kulit. Menurutnya, konsultasi dengan tenaga atau spesialis yang tepat dapat menjadi pilihan agar penanganan dilakukan secara aman.
Selain perubahan fisik, pubertas juga dapat diikuti perubahan emosional seperti mood swing, mudah marah, sedih, hingga munculnya rasa cemas. Kondisi tersebut juga dapat dialami perempuan pada fase pra-menstruasi atau PMS.
Untuk menghadapi perubahan tersebut, Diva menekankan pentingnya regulasi emosi, pola hidup sehat, serta penerimaan diri.
"Lebih belajar menerima diri, bahwa yang kurang di mata kita itu sebenarnya hal normal. Perbaiki kualitas hidup dan pergaulan, kurangi makanan junk food, serta istirahat yang cukup minimal 8 jam. Jangan lupa self-love," ungkap Diva.
Di akhir dialog, Laza mengajak remaja dan masyarakat yang membutuhkan edukasi maupun pendampingan terkait kesehatan reproduksi dan psikologi untuk tidak ragu mencari informasi dari layanan yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....