Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak Lakukan Upaya Cegah Stunting

  • 28 Sep 2026 19:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Tulang ikan yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi bahan pangan bergizi. Hal tersebut diperkenalkan dosen jurusan gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak yang terdiri dari Nopriantini, Shelly Festilia Agusanty dan Yanuarti petrika kepada masyarakat Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, melalui pelatihan pembuatan mie berbahan dasar tepung tulang ikan dan bayam sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, Senin, 28 September 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari kader posyandu dan ibu balita. Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung. Peserta terlebih dahulu mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi balita dan mendukung upaya pencegahan stunting.

Selanjutnya, tim Poltekkes Kemenkes Pontianak mendemonstrasikan cara mengolah tulang ikan menjadi tepung sebelum digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan mie.

Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung proses pembuatan mie, mulai dari menyiapkan bahan, mencampur adonan, mencetak mie, hingga merebus dan menyajikannya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan informasi mengenai kandungan gizi bahan yang digunakan. Tepung tulang ikan menjadi sumber kalsium dan fosfor, sedangkan bayam mengandung zat besi, vitamin A, vitamin C dan folat yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita.

Pengetahuan peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan.

Berdasarkan hasil evaluasi, nilai rata-rata peserta yang sebelumnya 61,3 pada pre-test meningkat menjadi 88,7 pada post-test. Artinya, terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 44,7 persen setelah peserta mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya pengetahuan, keterampilan peserta juga dinilai melalui praktik pembuatan mie.

Hasil observasi menunjukkan 90 persen peserta mampu membuat mie secara mandiri sesuai prosedur yang telah diberikan oleh tim pengabdi. Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah peserta aktif menanyakan cara mendapatkan tekstur mie yang baik, mengurangi aroma khas tepung tulang ikan, menentukan komposisi bahan, hingga menyimpan produk agar tetap aman dan berkualitas.

Peserta menilai bahan yang digunakan relatif mudah diperoleh dan biaya pembuatannya cukup terjangkau sehingga dapat diterapkan di rumah maupun dikembangkan sebagai menu PMT pada kegiatan posyandu.

Manfaatkan Limbah Jadi Pangan Bernilai

Pemanfaatan tulang ikan menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan ini. Bahan yang sebelumnya sering terbuang dapat diolah menjadi tepung dan dimanfaatkan sebagai bahan pangan.

Selain meningkatkan nilai guna bahan pangan lokal, pemanfaatan tulang ikan tersebut juga mendukung konsep zero waste atau pengurangan limbah pangan.

Tim pengabdian berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai tindak lanjut, dibentuk kelompok kader yang akan mendampingi ibu balita untuk mempraktikkan pembuatan mie pada kegiatan posyandu berikutnya.

Tim Poltekkes Kemenkes Pontianak juga menyerahkan buku saku berisi resep dan formulasi standar sebagai panduan bagi masyarakat dalam membuat produk tersebut secara mandiri.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sungai Raya diharapkan semakin terampil memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi makanan yang bergizi, aman dan terjangkau bagi balita.

Pemanfaatan pangan lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pemenuhan gizi balita dan pencegahan stunting di Kabupaten Kubu Raya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....