Atasi Stunting, Puskesmas Parit Mayor Tekankan Kualitas Gizi Makanan

  • 14 Agt 2026 11:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Upaya menekan stunting pada anak tidak cukup hanya dengan memberikan makanan dalam jumlah yang banyak. Kualitas dan keseimbangan kandungan gizi menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan anak.

‎Ahli Gizi Puskesmas Parit Mayor, Ismaulidya, mengatakan kebutuhan gizi anak harus dipenuhi secara seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, hingga vitamin dan mineral.

‎"Untuk menangani stunting itu tidak hanya oleh makanan yang bergizi dan cukup, namun kualitas gizinya itu sangat diperhatikan," ujar Ismaulidya, Jumat 14 Agustus 2026.

‎Menurutnya, sejumlah zat gizi mikro seperti zat besi, vitamin D dan kalsium juga dibutuhkan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, orang tua perlu memahami kebutuhan gizi anak dan mampu menyediakan makanan yang sesuai.

‎"Ini juga memerlukan bantuan oleh ibunya yang harus benar-benar kompeten dan menyediakan bahan makanan yang sesuai untuk kebutuhan," katanya.

‎Sementara itu, Kepala Puskesmas Parit Mayor, Sulistiyo Adhi Purnomo, mengatakan intervensi terhadap balita dengan masalah gizi dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari Posyandu dan hasil pemantauan tenaga kesehatan.

‎Petugas akan melakukan kunjungan rumah terhadap balita yang masuk dalam sasaran, kemudian memberikan edukasi maupun intervensi sesuai kondisinya.

‎Intervensi yang dilakukan Puskesmas antara lain pemberian vitamin A, tablet obat cacing dan susu. Selain itu, terdapat pula program pangan lokal untuk balita yang mengalami masalah gizi.

‎Sulistiyo menambahkan, pemantauan pertumbuhan tetap dilakukan melalui Posyandu dengan mengukur berat dan tinggi badan anak secara berkala.

‎Data hasil pengukuran kemudian dicatat melalui aplikasi e-PPGBM untuk mengetahui perkembangan status gizi sekaligus menentukan kebutuhan intervensi.

‎Sulistiyo mengatakan pola pemantauan tersebut diperlukan karena anak yang telah mengalami perbaikan status gizi tetap perlu diawasi agar tidak kembali mengalami masalah pertumbuhan.

‎"Ini tetap kita waspadai, jangan sampai anak yang tadinya sudah bagus tiba-tiba kembali stunting," katanya.

‎Upaya pencegahan dan penanganan stunting, menurutnya, membutuhkan kesinambungan antara pemantauan di Posyandu, intervensi tenaga kesehatan dan pemenuhan kebutuhan gizi anak di tingkat keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....