Isi Piringku, Panduan Gizi Seimbang untuk Hindari Diet Ekstrem
- 19 Sep 2026 21:36 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Diet sehat tidak selalu berarti mengurangi porsi makan secara drastis atau menghindari karbohidrat. Nutrisionis Karweli Fitria Ningsih dalam program Indonesia Sehat edisi Jumat, 18 September 2026 menjelaskan terkait pola makan yang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tujuan kesehatan mas6ing-masing individu.
Menurut Karweli, diet pada dasarnya merupakan pengaturan pola makan, mulai dari jumlah, porsi hingga jadwal makan. Tujuannya pun dapat berbeda, seperti menjaga kesehatan, mengatur berat badan, maupun membantu mengendalikan kondisi tertentu seperti hipertensi dan diabetes.
"Ya, diet itu sebenarnya pengaturan pola makan kita, gimana pemorsiannya, jadwalnya, jumlahnya. Tujuannya kan beda-beda nih, mungkin untuk menjaga kesehatan, mengatur berat badan, sehingga ada yang untuk beberapa penyakit misalnya darah tinggi atau diabetes," ujar Karweli.
Ia menjelaskan, masyarakat dapat menerapkan prinsip "Isi Piringku" sebagai panduan untuk memenuhi kebutuhan gizi secara lebih seimbang. Pedoman yang diperkenalkan Kementerian Kesehatan sejak 2014 ini menggantikan konsep lama "Empat Sehat Lima Sempurna".
Dalam konsep tersebut, setengah bagian piring diisi dengan sayur dan buah, dengan porsi sayur lebih banyak dibandingkan buah. Sementara setengah bagian lainnya terdiri dari makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dan lauk sebagai sumber protein.
Untuk sumber karbohidrat, masyarakat tidak harus selalu mengonsumsi nasi. Jagung dan ubi juga dapat menjadi alternatif sesuai kebutuhan. Sementara sumber protein dapat berasal dari ikan, telur, ayam, tahu maupun tempe.
"Kalau karbohidrat itu tidak jahat sebenarnya, dia akan baik jika kita tahu batasan konsumsi kita. Nasi itu tidak harus dihindari, kita bisa ganti kok misalnya pakai jagung juga boleh, ubi juga boleh, mana nih yang sesuai," jelasnya.
Karweli juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mengikuti metode diet ekstrem yang banyak beredar di media sosial, termasuk menghilangkan kelompok makanan tertentu secara total. Menurutnya, kebutuhan gizi tetap harus dipenuhi secara seimbang dan perubahan pola makan sebaiknya dilakukan secara bertahap.
"Alangkah baiknya jangan dilakukan ya. Walau bagaimanapun kebutuhan itu harus tetap seimbang karena tubuh kita tidak selalu bisa beradaptasi. Jadi sebaiknya perlahan-lahan, tanyakan dulu ke ahlinya proses mana sih yang harus dilalui pertama," tuturnya.
Selain menerapkan pola makan seimbang, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi bahan pangan alami atau real food serta memantau berat badan secara berkala. Konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi di puskesmas maupun rumah sakit dapat dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Karweli menambahkan, penerapan prinsip "Isi Piringku" juga menjadi bagian dari upaya mencegah berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, hipertensi, serta stunting pada anak.
"Jadi, teman-teman sebaiknya kita lebih mengenal apa sih pesan 'Isi Piringku' yang sudah dikenalkan Kementerian Kesehatan sejak 2014, agar pencegahan stunting, obesitas, serta penyakit tidak menular dapat tercapai optimal," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....