Warga dan Kelompok Rentan Dapat Bantuan Air Bersih, Masker, Paket Gizi hingga PMT
- 14 Sep 2026 13:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya — Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan oleh Dewan Pengurus Daerah Persatuan Ahli Gizi Indonesia (DPD PERSAGI) Kalimantan Barat bersama Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak melalui kegiatan bakti sosial di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 12–13 September 2026 tersebut menyasar masyarakat terdampak karhutla, khususnya kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil. Bantuan yang disalurkan meliputi air bersih, masker, paket gizi, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita.
Rangkaian kegiatan pada 12 September 2026 dipusatkan di Kantor Camat Rasau Jaya. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan bantuan air bersih dan masker, sementara balita dan ibu hamil memperoleh paket gizi. Khusus balita juga diberikan makanan tambahan sebagai bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan gizi di tengah kondisi bencana.
Selanjutnya, pada 13 September 2026, kegiatan dilanjutkan di Desa Pinang Luar, Kecamatan Rasau Jaya, dengan penyaluran lima tangki air bersih kepada masyarakat. Bantuan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting mengingat masyarakat menghadapi kondisi kemarau panjang yang menyebabkan keterbatasan ketersediaan air.

Ketua DPD PERSAGI Kalimantan Barat, Didik Hariyadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial para ahli gizi di Kalimantan Barat terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dari para ahli gizi di Kalimantan Barat terhadap masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan. Kami memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama balita dan ibu hamil, karena mereka membutuhkan dukungan yang lebih besar dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berkaitan dengan kabut asap dan gangguan kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap air bersih dan makanan bergizi. Karena itu, PERSAGI berupaya mengambil bagian dengan memberikan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Camat Rasau Jaya, Supratman, SKM. Ia menyampaikan terima kasih kepada DPD PERSAGI Kalimantan Barat atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Rasau Jaya.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas bantuan dari DPD PERSAGI Kalimantan Barat berupa air bersih, masker, dan paket gizi. Saat ini masyarakat Rasau Jaya memang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang. Bantuan ini tentu sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan bakti sosial ini juga melibatkan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak dengan menurunkan dosen dan mahasiswa untuk membantu proses distribusi masker dan paket gizi kepada masyarakat. Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Jurianto Gambir menyampaikan, keterlibatan dosen dan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Hadirnya Jurusan Gizi bersama dosen dan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinan kami kepada masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit akibat bencana ini. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat di tengah kepungan kabut asap,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini juga menjadi bagian dari pembelajaran nyata bagi mahasiswa gizi. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami ilmu gizi secara akademik, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi dan kondisi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kegiatan tersebut, distribusi bantuan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan DPC PERSAGI Kubu Raya, Tim Penggerak PKK Kecamatan Rasau Jaya, serta kader Posyandu. Seluruh unsur tersebut bahu-membahu membantu pendataan, distribusi masker, penyaluran paket gizi, PMT, serta bantuan air bersih kepada masyarakat.
Kegiatan bakti sosial ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk bantuan langsung bagi masyarakat terdampak karhutla, tetapi juga menjadi wujud sinergi antara organisasi profesi, institusi pendidikan, pemerintah kecamatan, kader masyarakat, dan berbagai unsur lainnya dalam menghadapi dampak bencana.
Melalui kegiatan tersebut, PERSAGI Kalimantan Barat dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan dukungan terkait pemenuhan kebutuhan gizi, perlindungan kelompok rentan, serta peningkatan kesehatan masyarakat pada situasi bencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....