Penderita GERD Disarankan Minum Air pH Tinggi sebelum Terbang, Benarkah Efektif?

  • 27 Jun 2026 19:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Belakangan ini, tips minum air pH tinggi atau alkaline water sebelum naik pesawat ramai dibagikan di media sosial. Cara ini diklaim dapat membantu mencegah asam lambung naik selama penerbangan, terutama bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Meski terdengar meyakinkan, benarkah klaim tersebut sudah didukung oleh bukti ilmiah? Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa tekanan kabin pesawat secara langsung menyebabkan refluks asam lambung.

Sebaliknya, gejala GERD saat bepergian lebih sering dipicu oleh kebiasaan yang menyertai perjalanan, seperti makan berlebihan sebelum terbang, mengonsumsi makanan berlemak atau berkafein, kurang tidur, stres, hingga duduk dalam waktu yang lama.

Air pH tinggi sendiri merupakan air minum dengan tingkat keasaman lebih rendah atau pH yang umumnya berada di kisaran 8–9. Air ini kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk untuk membantu mengurangi keluhan refluks asam.

Salah satu penelitian yang sering menjadi rujukan dilakukan oleh Dr. Jamie A. Koufman dan Dr. Nikki Johnston dalam jurnal Potential Benefits of pH 8.8 Alkaline Drinking Water as an Adjunct in the Treatment of Reflux Disease yang diterbitkan di Annals of Otology, Rhinology & Laryngology (2012).

Penelitian tersebut menemukan bahwa air dengan pH 8,8 mampu menginaktivasi enzim pepsin dalam kondisi laboratorium. Pepsin merupakan enzim yang berperan dalam kerusakan jaringan akibat refluks asam.

Namun, temuan tersebut berasal dari penelitian in vitro, yaitu penelitian yang dilakukan di laboratorium, bukan uji klinis pada manusia. Artinya, hasil tersebut menunjukkan adanya potensi mekanisme biologis, tetapi belum membuktikan bahwa minum air alkali dapat mencegah atau mengatasi GERD pada semua orang, termasuk sebelum penerbangan.

Hal serupa juga dijelaskan dalam tinjauan ilmiah Reflux Revisited: Advancing the Role of Pepsin. Peneliti Dr. Karna Dev Bardhan, Vicki Strugala, dan Dr. Peter Dettmar menyebutkan bahwa pepsin memang berperan dalam proses refluks, tetapi penanganan GERD tetap memerlukan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari perubahan pola makan, gaya hidup, hingga pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.

Karena itu, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa minum air pH tinggi sebelum naik pesawat dapat mencegah kambuhnya GERD. Dibanding hanya mengandalkan air alkali, para ahli lebih menyarankan penderita GERD untuk menghindari makan dalam porsi besar menjelang penerbangan, membatasi makanan berlemak, pedas, cokelat, maupun minuman berkafein apabila diketahui menjadi pemicu, tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter bila diperlukan, serta tidak langsung berbaring setelah makan.

Pada akhirnya, air pH tinggi memang memiliki dasar penelitian yang menarik, tetapi manfaatnya dalam mencegah kekambuhan GERD saat penerbangan masih memerlukan penelitian klinis lebih lanjut. Hingga ada bukti yang lebih kuat, menjaga pola makan, menghindari faktor pemicu, dan mengikuti terapi yang direkomendasikan dokter tetap menjadi langkah yang paling dianjurkan.

Baca juga: Masih Sering Disalahpahami, Ini Fakta tentang Natrium yang Jarang Diketahui

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....