Awas Kehilangan Kesempatan! Berani Mulai Atasi Overthinking

  • 27 Apr 2026 15:06 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Fenomena overthinking yang kerap dialami anak muda menjadi pembahasan dalam program dialog Ruang Obrolan Pro 2 (RONDA) bersama Fatehah Nurkaromah dari PKBI Kalimantan Barat. Dalam dialog tersebut, overthinking dinilai dapat berdampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.

Fatehah menjelaskan bahwa overthinking merupakan kondisi ketika seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan dan berulang. Hal ini dapat merugikan diri sendiri karena membuat seseorang lebih fokus pada masalah dibandingkan mencari solusi.

“Overthinking berkaitan dengan seseorang yang memikirkan sesuatu secara berlebihan, secara berulang. Overthinking bisa merugikan diri sendiri, karena fokusnya pada masalah bukan solusinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena ini banyak dialami oleh anak muda, terutama dalam menghadapi berbagai tekanan dan ketidakpastian. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah adanya attention bias, yakni kecenderungan seseorang menilai orang lain berdasarkan sudut pandang yang diyakininya sebagai kebenaran.

Selain itu, peran media sosial juga dinilai cukup besar dalam memicu overthinking. Kemudahan akses informasi membuat otak terus bekerja memproses berbagai hal, yang pada akhirnya dapat memengaruhi cara seseorang memandang diri sendiri. Terlebih, banyaknya konten yang membahas tentang insecurity turut memperparah kondisi tersebut.

Fatehah Dalam Dialog Ruang Obrolan Pro 2 (RONDA) 23/04/2026 (Foto: Tangkapan Layar Youtube Pro 2 Pontianak)

Untuk mengatasi overthinking, Fatehah membagikan cara sederhana yang dapat dilakukan, salah satunya melalui journaling atau menulis. Metode ini dinilai mampu membantu seseorang menyalurkan pikiran serta emosi secara lebih terarah.

Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar adalah memulai. Rasa takut terhadap penilaian orang lain sering kali menjadi penghambat seseorang untuk mengambil langkah awal dalam mengatasi overthinking.

Menurutnya, penting bagi setiap individu untuk berani mencoba dan tidak terjebak dalam pikiran negatif yang berulang. Dengan memulai langkah kecil, seseorang dapat perlahan mengurangi beban pikiran yang berlebihan.

Menutup perbincangan, Fatehah mengajak anak muda untuk tidak menunda perubahan dalam diri. “Mulai saja dulu, karena menghindari hari ini tidak akan membuat masa depan menjadi lebih mudah,” katanya.

Baca juga: Harapan Perempuan di Tengah Tekanan Sosial

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....