Dopamin di Balik Efek Narkoba, Ternyata Ini yang Terjadi di Tubuh!
- 16 Apr 2026 15:38 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi sistem hormon dalam tubuh, salah satunya dopamin. Hal ini dibahas dalam program TOSERBA (Topik Serba Ada) bersama narasumber Apt. Inne Novianti, S.Farm dari UPT Puskesmas Tanjung Hulu pada Kamis, 16 April 2026
Inne menjelaskan bahwa dopamin merupakan hormon yang berperan dalam menciptakan rasa bahagia. Secara alami, hormon ini dapat diproduksi tubuh melalui berbagai aktivitas positif seperti menikmati makanan lezat, berolahraga, maupun mendengarkan musik.
Namun, berbeda dengan cara alami, penyalahgunaan obat-obatan justru memaksa tubuh menghasilkan dopamin secara berlebihan dan instan. Kondisi ini menciptakan sensasi kebahagiaan semu yang berisiko menimbulkan ketergantungan. “Penyalahgunaan obat itu memaksa dopamin keluar secara banyak dan instan, ibaratnya menciptakan sistem kebahagiaan palsu,” kata Inne.

(Apt. Inne Novianti, S.Farm dalam dialog TOSERBA - Dopamin Efek di Balik Efek Narkoba, Kamis, 16 April 2026.
Ia menambahkan bahwa setiap individu memiliki kadar dopamin yang berbeda. Selain itu, tubuh tidak mengenali nama suatu obat, melainkan merespons struktur kimia yang masuk ke dalam tubuh. Beberapa obat dengan struktur kimia mirip narkotika dapat menimbulkan efek serupa.
Dalam upaya pencegahan, apoteker memiliki peran penting dalam mengawasi peredaran obat. Apoteker dapat menahan penjualan obat yang dicurigai akan disalahgunakan serta melakukan skrining terhadap resep yang dinilai tidak sesuai atau palsu.
Lebih lanjut, Inne mengungkapkan sejumlah tanda yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami kecanduan akibat kelebihan dopamin. “Tanda-tandanya antara lain gelisah, berkeringat akibat hipertermia, sering buang air kecil, penurunan berat badan drastis, hingga perubahan perilaku seperti menjadi pribadi yang lebih tertutup,” ujarnya.
Untuk menjaga keseimbangan dopamin secara sehat, masyarakat dianjurkan mencari sumber kebahagiaan alami serta membangun interaksi sosial yang positif. Jika mengalami kesulitan, seseorang juga dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog.
Sebagai penutup, Inne mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam mencari kebahagiaan. “Temukan kebahagiaan alami kamu, dopamin alami kamu. Jadilah pribadi kalcer yang bermartabat tanpa ngobat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....