Sanitasi Jadi Faktor Dominan Stunting Kalbar
- 05 Feb 2026 18:11 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Upaya menekan angka stunting terus dilakukan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat. Penanganan stunting dinilai tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan masyarakat.
Kepala Perwakilan KEMENDUKBANGGA BKKBN Kalimantan Barat, Nuryamin, mengatakan persoalan stunting di Kalbar masih dipengaruhi berbagai faktor, terutama sanitasi lingkungan. Menurutnya, ketersediaan air bersih, fasilitas jamban, serta kondisi rumah layak huni menjadi aspek penting yang perlu dibenahi.
“Kita berupaya terus untuk mendorong pihak swasta dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya penurunan stunting. Penurunan stunting ini bukan hanya persoalan aspek gizi, tetapi aspek lingkungan sangat dominan di Kalimantan Barat untuk kita benahi,” ujar Nuryamin saat diwawancarai di ruang kerjanya Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menjelaskan, sekitar 70 persen penyebab stunting berasal dari faktor sensitif, khususnya kondisi sanitasi lingkungan yang belum optimal. Karena itu, perbaikan sarana dan prasarana lingkungan dinilai menjadi langkah strategis dalam menekan angka stunting.
Nuryamin menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan organisasi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh lembaga swasta, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen untuk bersama-sama membangun provinsi yang kita cintai ini, terutama dalam mengatasi persoalan stunting,” katanya.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan angka stunting di Kalimantan Barat dapat terus ditekan. Upaya bersama juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Baca juga: Harga Kue Keranjang Bertahan Meski Bahan Baku Naik
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....