Harga Kue Keranjang Bertahan Meski Bahan Baku Naik

  • 05 Feb 2026 17:11 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kue keranjang yang terbuat dari tepung ketan dan gula menjadi satu di antara hidangan wajib saat perayaan Imlek. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, kue keranjang melambangkan harapan akan rezeki serta kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang. Tak heran jika pembuatan kue keranjang selalu menjadi produk musiman yang meningkat menjelang Tahun Baru Imlek, salah satunya dilakukan oleh produsen Dodol Senghong Pontianak.

Owner Dodol Senghong Pontianak, Lusiana, mengungkapkan bahwa setiap musim produksi Imlek pihaknya rata-rata menghabiskan sekitar 300 kilogram tepung ketan dan gula dengan perbandingan satu banding satu. Hal tersebut disampaikan Lusiana pada Kamis, 5 Februari 2026.

“Dalam setiap produksi Imlek, kami rata-rata menghabiskan sekitar 300 kilogram tepung ketan dan gula dengan perbandingan satu banding satu,” ungkap Lusiana.

Menurutnya, proses produksi dilakukan secara intensif untuk memenuhi permintaan pasar yang biasanya melonjak menjelang hari raya Imlek. Meski demikian, di tengah kenaikan harga bahan baku, pihaknya tetap mempertahankan harga jual kue keranjang seperti tahun sebelumnya, yakni Rp32 ribu per kilogram. Sementara di tingkat pedagang atau toko, harga kue keranjang dijual bervariasi mulai Rp35 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.

“Kami di tahun ini tetap mempertahankan harga sama dengan Imlek tahun lalu, jadi tidak kehilangan langganan. Kalau kita jual mahal, langganan lari dan tidak laku. Untung tipis tidak apa-apa,” ujar Lusiana.

Selain menjaga harga tetap stabil, Dodol Senghong Pontianak juga turut memberdayakan warga sekitar. Khusus produksi kue keranjang jelang Imlek, usaha rumahan ini mempekerjakan sekitar 10 orang tenaga kerja musiman. Pada hari biasa, Dodol Senghong Pontianak juga memproduksi dodol labu, dodol pepaya, dan dodol ketan hitam, serta melayani pesanan khusus saat Hari Raya Natal dan Idul Fitri.

Salah satu karyawan, Dede, mengaku terbantu dengan adanya pekerjaan musiman tersebut. Ia mengatakan pekerjaan ini dapat menambah penghasilan sebagai ibu rumah tangga.

“Saya sih baru ini bekerja, karena musiman ikut nyonya ini. Lokasinya dekat dari rumah jadi bisa bantu-bantu, dan senang kerja di sini, nyonyanya baik,” ungkap Dede.

Sementara itu, Pengelola Toko Hong Hak Pontianak, Tedy Halim, menyebutkan bahwa dirinya telah menjual kue keranjang produksi Dodol Senghong Pontianak selama sekitar 10 tahun. Namun, menurutnya, penjualan tahun ini terpantau sedikit menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Untuk tahun ini memang agak turun, mungkin karena kondisi perekonomian dan keuangan, jadi masih sepi. Tapi biasanya mendekati hari H akan ramai,” kata Tedy.

Tedy menambahkan, hingga 10 hari menjelang Imlek, penjualan baru mencapai sekitar 3 kilogram dari total 60 kilogram stok yang disiapkan. Meski demikian, ia tetap optimistis permintaan kue keranjang akan meningkat seiring semakin dekatnya perayaan Tahun Baru Imlek, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....