Tingkat Penyebaran dan Mutasi Influenza Tipe A

  • 13 Des 2025 22:59 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Secara umum, influenza salah satu jenis virus yang menular lewat pernafasan yang menyebabkan gejala seperti batuk, pilek. Pada tingkatan yang lebih berat bisa terjadi sesak nafas.

Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa virus influenza tipe A menjadi perhatian? Jawabannya adalah virus ini merupakan sub type dari influenza itu sendiri yang sering menjadi wabah karena tingkat penyebaran dan tingkat mutasi yang tinggi. Dikenal flu burung, Spanish flu yang merupakan salah satu turunan dari influenza tipe A.

“Ada jenis flu, pertama common cold (flu biasa), tidak disebabkan oleh virus influenza dengan keluhan pilek, demam, dan batuk ringan. Sakit yang disebabkan virus influenza, gejalanya akan lebih berat, terutama pada tipe A,” ujar Dr. Gilda Ditya Asmara, Ketua Tim Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan, Loka Kekarantinaan Kesehatan Entikong, Kemenkes RI saat “Indonesia Sehat” di Pro 1 RRI Pontianak, Jum’at (12/12/2025).

Menurutnya, perbedaan influenza tipe A dan flu biasa, keduanya memiliki gejala yang sama, hanya saja tingkatan gejala pada tipe A lebih tinggi. “Pada tipe A memang gejalanya sama, demam, batuk pilek, dan nyeri otot. Namun, tingkatan gejalanya yang lebih tinggi, misalnya normal kalau flu biasa 3 hari demamnya tidak terlalu tinggi dan sembuh. Pada influenza, demamnya diatas 40 derajat C, tingkat penyembuhannya juga lebih lama, biasanya 3-5 hari,” ujarnya.

Tingkat keparahan influenza tipe A lanjutnya, tergantung dari variasi mutasi. Yang paling berbahaya jenis H5N1, H7 dapat menyebabkan gagal nafas. “Separah apa tipe ini, tergantung pada variasi mutasinya. H5N1 dan H7 bisa menyebabkan gagal nafas, tapi tingkat kejadiannya kecil, karena penularannya tidak banyak, sedangkan selama ini beredar secara global dari varian H3,” ucapnya.

Influenza tipe A mudah bermutasi disebabkan oleh rantai genetik yang berubah ubah dan dapat hidup diantar spesies. Karakter virus yang apabila cepat penularannya maka semakin tingkat mortalitasnya (berbahaya) semakin rendah.

“Penularannya cepat karena lewat pernafasan, droplet, udara. Yang mudah menular itu biasanya tingkat kegawatannya lebih rendah,” katanya.

Sebagai antisipasi penyebaran influenza tipe A sebaiknya gunakan masker, jaga kebersihan, dan konsumsi suplemen untuk meningkatkan imun tubuh. Selain itu, bagi yang terinfeksi, sebaiknya hindari tempat keramaian karena khawatir akan menularkan pada orang lain.

Mengenai obat yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit jenis flu, memiliki jenis obat yang sama. “Untuk obat semua flu sebenarnya sama, yakni penanganan gejalanya dulu, karena virus akan mati apabila imunitas tubuh kuat,“ ujarnya.

Untuk penanganannya, lakukan terapi sesuai tingkat gejalanya, jika penyakitnya terasa berat, langkah selanjutnya pengambilan sample untuk dikirim ke laboratorium. “Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, penderita akan segera di obati. Selanjutnya, sample tersebut nantinya digunakan bahan pemetaan, untuk mengetahui data penyebaran virus tersebut di Indonesia,” ujarnya, mengakhiri.

Baca juga: Ibu Hamil Penting Penuhi Gizi Seimbang

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....