Jangan Keliru, Cacar Air dan Campak ternyata Berbeda
- 21 Mei 2026 17:34 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Banyak masyarakat masih menganggap cacar air dan campak sebagai penyakit yang sama karena keduanya sama-sama menyebabkan ruam merah pada kulit dan sering menyerang anak-anak. Padahal, kedua penyakit ini berasal dari virus yang berbeda serta memiliki gejala, cara penularan, dan risiko komplikasi yang tidak sama.
Cacar air disebabkan oleh virus Varicella-zoster, sedangkan campak disebabkan oleh virus Morbillivirus atau virus campak (measles virus). Keduanya sama-sama sangat menular dan dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau melakukan kontak dekat dengan orang lain.
Meski terlihat mirip, gejala cacar air dan campak memiliki ciri khas masing-masing. Campak biasanya diawali dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta tubuh terasa lemas. Setelah beberapa hari, muncul ruam merah yang dimulai dari wajah atau garis rambut lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam campak berbentuk bercak merah datar dan umumnya tidak berisi cairan. Pada beberapa kasus, penderita juga mengalami bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik.
Sementara itu, cacar air lebih identik dengan ruam yang terasa sangat gatal. Gejalanya biasanya berupa demam ringan hingga sedang, sakit kepala, dan tubuh terasa lelah. Ruam cacar air berbentuk gelembung kecil berisi cairan yang umumnya muncul di dada dan punggung terlebih dahulu sebelum menyebar ke wajah dan seluruh tubuh.
Salah satu ciri khas cacar air adalah ruam muncul dalam beberapa tahap secara bersamaan. Ada ruam yang masih berupa bintik merah, ada yang sudah menjadi gelembung cairan, dan ada pula yang mulai mengering. Hal ini berbeda dengan campak yang ruamnya cenderung muncul merata dalam bentuk bercak merah.
Perbedaan lainnya terlihat dari tingkat demam. Campak umumnya menyebabkan demam yang lebih tinggi dan dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. Sedangkan pada cacar air, demam biasanya lebih ringan walaupun tetap membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Kedua penyakit ini sama-sama berisiko menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Campak dapat menyebabkan pneumonia, bronkitis, infeksi telinga, hingga radang otak atau ensefalitis. Sementara itu, cacar air dapat memicu infeksi kulit, bekas luka, hingga komplikasi berat pada orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Untuk mencegah penularan, vaksinasi menjadi cara paling efektif dalam melindungi tubuh dari campak maupun cacar air. Selain itu, menjaga kebersihan, menggunakan masker saat sakit, serta menghindari kontak dekat dengan penderita juga penting dilakukan agar risiko penyebaran virus dapat dikurangi.
Memahami perbedaan cacar air dan campak penting agar masyarakat tidak salah mengenali gejala yang muncul. Sebab, meski terlihat serupa, kedua penyakit ini memerlukan perhatian dan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....