Dua Tim Mahasiswa Politeknik Negeri Sambas Raih Juara Nasional KMIPN VIII 2026
- 13 Sep 2026 21:02 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Sambas - Dua tim mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Teknik Multimedia, Jurusan Manajemen Informatika, Politeknik Negeri Sambas berhasil meraih juara dalam Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) ke-VIII Tahun 2026.
Kedua tim tersebut meraih prestasi pada bidang Animasi. Tim OWL yang beranggotakan Darwin, Nurhafidin, dan Rudianto berhasil menjadi Juara 1 Utama Bidang Animasi.
Sementara itu, Tim Sa'Duak yang terdiri dari Rehulina Kharimah dan Khalisa Umaira meraih Juara 1 Kategori Cinema Bidang Animasi.
Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Teknik Multimedia Politeknik Negeri Sambas, Naufal Aulia Fiermeiza, mengatakan prestasi mahasiswa pada KMIPN VIII Tahun 2026 merupakan hasil dari proses pembelajaran yang terus dikembangkan.
"Prestasi yang diraih mahasiswa pada KMIPN VIII menjadi sebuah kebanggaan bagi Program Studi Sarjana Terapan Teknik Multimedia. Bagi kami, kompetisi bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji sejauh mana kompetensi yang mereka peroleh selama proses pembelajaran dapat diterapkan dalam sebuah karya nyata," ujarnya, Minggu 13 September 2026.
Naufal menjelaskan, pendidikan vokasi memiliki kekuatan pada aspek praktik dan penerapan kompetensi. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman teori, tetapi juga didorong untuk melalui seluruh proses penciptaan sebuah karya.
Mulai dari pengembangan ide, perancangan konsep, proses produksi, evaluasi hingga penyempurnaan karya menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa Teknik Multimedia.
"Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan untuk mengubah ide menjadi karya. Karena itu, proses pembelajaran terus diarahkan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami proses penciptaan karya secara langsung," katanya.
Keberhasilan dua tim mahasiswa pada kompetisi nasional tersebut juga tidak terlepas dari pendampingan para dosen. Dalam bidang Animasi, mahasiswa mendapatkan bimbingan dari Maya Marselia, Salahuddin, Milda Surgani Firdania, dan Ahmad Ridho.
Salah satu dosen pembimbing, Maya Marselia, mengatakan proses pendampingan tidak hanya bertujuan menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga membangun keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi ide.
"Setiap karya memiliki proses yang panjang. Ada diskusi, revisi, evaluasi, bahkan perubahan konsep. Semua itu merupakan bagian dari pembelajaran," sebutnya.
Menurut Maya, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan pembelajaran yang berbeda bagi mahasiswa. Mereka belajar bekerja dengan target, membagi peran dalam tim, mempertahankan gagasan, menerima kritik, serta menyelesaikan karya dalam batas waktu tertentu. Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri kreatif yang terus berkembang.
Sementara itu, Ketua Jurusan Manajemen Informatika Politeknik Negeri Sambas, Vanie Wijaya, mengatakan prestasi mahasiswa Teknik Multimedia menunjukkan adanya sinergi antara kurikulum, proses pembelajaran, pendampingan dosen, kerja keras mahasiswa dan lingkungan akademik.
"Apa yang diraih oleh mahasiswa kita merupakan hasil dari proses yang saling berkaitan. Karena itu, kami melihat prestasi ini bukan hanya sebagai pencapaian individu atau tim, tetapi juga sebagai capaian Program Studi Sarjana Terapan Teknik Multimedia dalam menjalankan proses pendidikan," katanya.
Ia menegaskan Jurusan Manajemen Informatika akan terus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu memiliki kemampuan teknis sekaligus daya kreativitas yang tinggi.
Prestasi mahasiswa Teknik Multimedia juga memiliki makna tersendiri bagi Politeknik Negeri Sambas yang berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, kawasan yang berbatasan dengan Malaysia.
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Politeknik Negeri Sambas, Uray Heri Mulyanto, mengapresiasi capaian tersebut dan menilai prestasi mahasiswa menjadi bukti bahwa letak geografis bukan penghalang untuk bersaing di tingkat nasional.
"Politeknik Negeri Sambas berada di ujung negeri, di kawasan perbatasan negara, tetapi mahasiswa kita mampu menunjukkan karya dan kompetensinya di panggung nasional. Ini membuktikan bahwa talenta dan kreativitas tidak dibatasi oleh letak geografis," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kampus di kawasan perbatasan memiliki peran penting dalam membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kompetensi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Prestasi Tim OWL sebagai Juara 1 Utama Bidang Animasi dan Tim Sa'Duak sebagai Juara 1 Kategori Cinema Bidang Animasi menjadi momentum bagi Program Studi Sarjana Terapan Teknik Multimedia untuk terus memperkuat ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada karya dan kompetensi.
Kedepan, Politeknik Negeri Sambas akan terus mendorong mahasiswa untuk mengikuti perkembangan teknologi multimedia, membangun kolaborasi, mengeksplorasi kreativitas dan menghasilkan karya yang memiliki kualitas serta daya saing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....