Mahasiswa Pontianak Siap Hadapi Era AI
- 10 Okt 2025 20:03 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Dua mahasiswa Teknik Industri, Rizal dan Fitri, menjadi tamu dalam program Nongkrong Bareng Pro 2 yang disiarkan langsung dari Studio RRI Pro 2 Pontianak pada Selasa (7/10/2025). Dengan tema “Teknik Industri dan Kecerdasan Buatan, Membangun Masa Depan yang Cerdas”, keduanya berbagi pandangan mengenai peran teknologi dan kecerdasan buatan dalam dunia industri. Acara ini dipandu oleh penyiar Erna dan disiarkan pula melalui kanal YouTube Pro 2 Pontianak.
Dalam perbincangan tersebut, Rizal menjelaskan bahwa teknik industri merupakan bidang yang berfokus pada penciptaan sistem kerja yang efisien dan efektif. Menurutnya, ilmu ini tidak hanya mempelajari aspek teknis, tetapi juga manajerial dan analisis sistem agar mampu meningkatkan produktivitas kerja. Ia menyebut, “Teknik industri itu bukan hanya soal mesin, tapi juga tentang bagaimana manusia, teknologi, dan sistem bekerja secara optimal.”
Keterkaitan antara teknik industri dan kecerdasan buatan menjadi pembahasan menarik. Rizal menuturkan bahwa AI berperan penting dalam mendukung sistem industri modern, terutama dalam pengambilan keputusan berbasis data. Ia menegaskan bahwa AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan pengganti manusia. Pendapat ini juga disetujui oleh Fitri yang menambahkan bahwa AI justru membantu mempercepat proses belajar dan pekerjaan tanpa menghilangkan nilai kreativitas manusia.
Selain membahas teknologi, keduanya juga mengungkapkan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI). Melalui program seperti Study Club, mahasiswa dilatih menguasai perangkat lunak pendukung analisis data dan statistik seperti SPSS. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi kebutuhan industri masa depan yang serba digital.
Rizal juga menanggapi kekhawatiran banyak pihak bahwa AI akan menggantikan tenaga kerja manusia. Ia menilai hal itu tidak sepenuhnya benar, sebab setiap sistem tetap memerlukan manusia untuk mengoperasikan dan mengawasi prosesnya. “Seotomasi apapun sistem kerja, tetap dibutuhkan operator di baliknya,” ujarnya meyakinkan.
Sementara itu, Fitri menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi generasi muda. Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat menuntut mahasiswa untuk terus belajar dan berani mencoba hal baru. Ia juga mengingatkan agar penggunaan teknologi dilakukan secara positif dan beretika, terutama di ruang digital.
Menutup perbincangan, Rizal menyampaikan tiga hal penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era kecerdasan buatan, yaitu rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan etika digital. Ketiganya diyakini menjadi kunci untuk bersaing dan berkontribusi dalam dunia kerja yang semakin cerdas dan dinamis.
Baca juga: Mahasiswa Harus Kritisi Kebijakan Tanpa Aksi Anarkis
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....