Belajar Makin Mudah di Era Digital, Siswa Diminta Tidak Hanya Cari Jawaban Instan
- 20 Jun 2026 12:23 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Perkembangan teknologi dan internet telah mengubah cara generasi muda belajar. Berbagai informasi kini dapat diakses dengan mudah hanya melalui telepon genggam. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat tantangan baru yang perlu dihadapi para pelajar, yakni kecenderungan untuk menggampangkan proses belajar.
Hal itu disampaikan Academic & Acting Zone Manager Ruangguru Regional Kalimantan, Yoel Friady Hutabarat, saat menjadi narasumber dalam program NGOBRAS di RRI Pro 1 Pontianak. Menurut Yoel, melimpahnya informasi di internet sering membuat siswa merasa cukup hanya dengan menemukan jawaban secara instan tanpa melakukan pengecekan ulang maupun pendalaman materi.
"Dengan jumlah informasi yang tersedia di internet sekarang, kita mau searching aja tinggal keluarin handphone langsung dapat informasinya. Itu bikin kita agak manja kadang-kadang. Membuat banyak orang menjadi manja dan kalau misalnya sudah dapat informasi, ya sudah cukup begitu saja tanpa ada proses double checking, tanpa verifikasi lagi," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan pengalaman belajar yang ia rasakan saat masih kuliah. Keterbatasan akses informasi pada masa itu justru mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mencari referensi dan berusaha memahami materi secara mendalam. Selain kemudahan akses informasi, Yoel juga menyoroti pentingnya lingkungan belajar yang positif. Menurutnya, siswa perlu berada dalam komunitas yang mampu mendorong semangat belajar agar tidak mudah terdistraksi oleh media sosial maupun aktivitas lain yang kurang produktif.
Ia menjelaskan bahwa proses belajar seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita di masa depan. Dalam kesempatan tersebut, Yoel juga membagikan pengalamannya sebagai salah satu desainer gim dalam program kompetisi sains Clash of Champions (COC) yang digagas Ruangguru. Menurutnya, ajang tersebut hadir untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap prestasi akademik.
"Goal-nya kita pengen orang-orang berpikir bahwa menjadi pintar itu keren. Selama ini kan kalau pintar ya pintar aja, dicap cupu atau nerd. Di COC kita mau nunjukin kalau pintar, keren, asik, dan cool itu bisa jalan barengan," katanya.
Lulusan University of Nottingham penerima beasiswa LPDP itu menambahkan bahwa para peserta berprestasi yang tampil dalam Clash of Champions memiliki satu kesamaan, yaitu menikmati proses belajar dan tidak semata-mata berfokus pada kemenangan. Menutup dialog, Yoel berpesan kepada para pelajar agar tidak terpaku pada satu definisi kesuksesan. Menurutnya, setiap orang memiliki jalan dan potensinya masing-masing untuk berkembang.
"Tidak ada satu resep atau jalur saklek untuk menjadi sukses. Kita bisa sukses dengan cara kita masing-masing dalam pathway kita masing-masing. Cari jati diri kalian, cari karakter kalian, dan cari apa yang unik dari kalian. Dan jangan nyari nyaman dulu, terus perluas comfort zone kalian agar tidak menjadi orang yang biasa-biasa saja," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....