Mahasiswa Harus Kritisi Kebijakan Tanpa Aksi Anarkis

  • 30 Sep 2025 13:13 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Wakil Bendahara Umum Pimpinan Pusat GMKI, Krisman Arifin menegaskan pentingnya mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan cara damai. Menurutnya, aksi anarkis justru merusak perjuangan yang seharusnya membawa pesan intelektual dan moral.

“Jalan kekerasan dan perusakan hanya merusak citra perjuangan mahasiswa serta memberi ruang pembenaran bagi tindakan represif,” ujarnya dalam dialog Ngobras RRI Pro 1 bertema Merawat Aspirasi, Menata Demokrasi yang Partisipatif.

Dalam dialog yang dipandu Kurnia Santosa ini, Krisman menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial. Aspirasi harus disalurkan lewat riset, kajian kritis, serta advokasi kebijakan yang tepat sasaran, bukan sekadar teriakan di jalan.

Ia juga menyinggung tantangan di era digital. Menurutnya, penyebaran hoaks dan provokasi bisa memperkeruh suasana, bahkan memicu konflik horizontal antar kelompok masyarakat.

“Mahasiswa harus menjadi agen literasi publik, bukan korban manipulasi informasi,” katanya. Dengan begitu, perjuangan tetap bermartabat dan memberi dampak nyata.

Krisman juga mendorong organisasi kemahasiswaan untuk membekali kader dengan pemahaman demokrasi yang baik. Ruang aspirasi, katanya, harus menjadi tempat lahirnya gagasan, bukan arena kekerasan.

Di akhir pernyataannya, Krisman menegaskan kembali harapannya. “Mahasiswa harus kritis, berani bersuara, tapi tetap santun. Demokrasi kita akan kuat kalau dijaga dengan cara yang benar,” ucapnya.

Baca juga: GMKI Kalbar Jalin Persatuan dengan Berbagi Takjil

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....