Sukiryanto: Hibah Lahan PT BPK Buka Peluang Pembangunan Sekolah

  • 16 Sep 2026 08:56 WIB
  •  Pontianak

Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni membahas rencana hibah lahan dari PT Bumi Pratama Khatulistiwa (BPK) melalui Rapat Koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Wakil Bupati Kubu Raya, Selasa, 15 September 2026.

Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto dan dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kubu Raya Gusti Maulana, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya Wasilun, perwakilan PT BPK, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta sejumlah instansi terkait.

Sukiryanto menjelaskan, pembahasan rapat berfokus pada komitmen PT BPK untuk menghibahkan sebagian lahan perusahaan yang saat ini sedang dalam proses perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU).

“Kita berharap ada hibah dari PT BPK karena perusahaan akan memperpanjang HGU dengan luas kurang lebih 4.522 hektare. Dari hasil rapat, pihak perusahaan tidak keberatan menghibahkan sebagian lahan, di antaranya 10 hektare untuk sekolah negeri dan 20 hektare untuk kebutuhan sekolah lainnya,” jelas Sukiryanto seusai rapat.

Selain mendukung pembangunan Sekolah Rakyat, rencana hibah lahan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan kawasan kota satelit. Pemkab Kubu Raya, kata Sukiryanto, akan mengajukan pemanfaatan sebagian lahan untuk kebutuhan fasilitas pendidikan, sementara area lainnya diarahkan bagi pengembangan kawasan kota satelit.

“Untuk kawasan kota satelit disiapkan sekitar 300 hektare. Kita akan memohon pemanfaatan sekitar 30 hektare, sedangkan lahan lainnya diarahkan untuk pengembangan kota satelit. Pihak perusahaan sudah menyatakan kesepakatannya untuk menghibahkan lahan tersebut,” tuturnya.

Dalam prosesnya, Pemkab Kubu Raya akan memberikan dukungan terhadap PT BPK dalam pengurusan administrasi perpanjangan HGU kepada kementerian terkait. Setelah proses tersebut rampung, legalitas hibah lahan kepada pemerintah daerah dan kementerian diharapkan dapat segera ditindaklanjuti.

Sukiryanto juga mengapresiasi konsep arsitektur dan rancang bangun Sekolah Rakyat yang telah dipaparkan dalam rapat. Menurutnya, desain tersebut cukup fleksibel karena dapat disesuaikan dengan kondisi lahan serta kebutuhan daya tampung peserta didik.

“Konsep sekolah yang dipaparkan sangat bagus. Rancangannya bervariasi, mulai dari kapasitas 200 siswa, 500 siswa, hingga 1.500 siswa. Nantinya, pembangunan akan disesuaikan dengan kondisi tanah dan pola pembangunan yang diterapkan,” pungkasnya.

(DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....