Wapres Tinjau Karhutla, Bupati Sujiwo Dorong Solusi Permanen Hadapi Kemarau

  • 11 Sep 2026 09:26 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Bupati Kubu Raya Sujiwo mengapresiasi kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, ke Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kamis, 10 September 2026, untuk melihat langsung kondisi kebakaran lahan gambut di wilayah tersebut.

Sujiwo mengatakan, kebakaran lahan di Sungai Malaya mencapai sekitar 2,1 hektare dan saat ini relatif terkendali. Penanganan dilakukan secara bersama oleh TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, pemerintah kecamatan dan desa, serta para relawan.

“Menurut saya, saya saksi karena saya juga sering ke lapangan. Sudah sangat luar biasa. Dan untuk Kubu Raya berdasarkan aplikasi BMKG, saat ini ada sembilan titik. Cukup terkendali. Hanya sekarang yang sedang menyala itu di Teluk Bakung dan Pasak Piang,” ujar Sujiwo.

Namun, Sujiwo menilai penanganan kebakaran tidak cukup hanya dilakukan saat api muncul. Diperlukan langkah mitigasi dan dukungan pemerintah pusat untuk mencegah kebakaran berulang, terutama saat terjadi kemarau panjang.

“Kalau kemudian ini tidak diatensi dari pemerintah pusat, bagaimana mengatasinya, apakah embung, apakah sumur bor, atau bentuknya supaya tidak berulang-ulang seperti ini,” katanya.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran menjadi kendala bagi pemerintah daerah untuk menangani persoalan tersebut secara menyeluruh. Karena itu, Sujiwo berharap kehadiran Wakil Presiden dapat mendorong perhatian dan dukungan pemerintah pusat terhadap upaya pencegahan kebakaran lahan di Kubu Raya.

Selain karhutla, Sujiwo juga menyoroti kondisi jalan yang menjadi aspirasi masyarakat di kawasan Sungai Malaya. Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan aset PT BPK sehingga pemerintah kabupaten belum dapat membangunnya menggunakan anggaran daerah.

“Saya sudah minta dengan PT BPK, apalagi ini diatensi Pak Wapres, kepada PT BPK, saya minta untuk tahun ini wajib hukumnya untuk dibangun,” tegasnya.

Menurut Sujiwo, apabila PT BPK tidak dapat membangun jalan tersebut, aset itu diharapkan dapat diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan pada tahun berikutnya.

“Kalau memang sudah menjadi aset kita, saya pastikan tahun depan kita bangun,” ujarnya.

Sambil menunggu pembangunan, Sujiwo meminta PT BPK melakukan penyiraman jalan selama musim kemarau untuk mengurangi debu yang mengganggu masyarakat. Ia berharap persoalan kebakaran lahan dan infrastruktur tersebut dapat segera mendapat solusi konkret melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

(DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....