Wabup Sukiryanto Tekankan Pancasila di Era Media Sosial
- 11 Sep 2026 21:16 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya – Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menegaskan bahwa pengamalan Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan sebagai sebuah teks. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus mampu menjadi pedoman masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk derasnya arus informasi di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Sukiryanto saat menghadiri kegiatan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila yang diselenggarakan Komisi XIII DPR RI bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat, 11 September 2026.
Sukiryanto mengatakan, keberadaan relawan Pancasila menjadi penting di tengah perubahan lingkungan sosial yang semakin cepat. Masyarakat, khususnya generasi muda, membutuhkan figur dan agen perubahan yang mampu menerjemahkan nilai-nilai Pancasila secara relevan, inklusif, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami masyarakat Kubu Raya, Pancasila bukan sekadar teks yang hanya bisa dihafal, tetapi nilai kebajikan yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Ia menilai perkembangan media sosial menghadirkan tantangan tersendiri. Informasi yang beredar tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya, bahkan tidak sedikit konten yang mengandung fitnah, provokasi, maupun informasi yang dapat menyesatkan masyarakat.
Karena itu, Sukiryanto berharap para relawan yang telah mendapatkan pemahaman mengenai Pancasila dapat berperan sebagai penyaring informasi sekaligus memberikan contoh dalam menggunakan media sosial secara bijak.
“Kalau masyarakat bisa memilih mana media sosial yang menjerumuskan dan mana yang memberikan manfaat, kemudian informasi yang mengandung fitnah bisa kita hindari, maka media sosial akan menjadi sesuatu yang positif bagi anak-anak kita, bangsa kita, dan daerah kita,” katanya.
Sukiryanto juga menitipkan pesan kepada para relawan agar tidak berhenti pada pemahaman konseptual. Mereka diharapkan mampu menunjukkan bahwa nilai Pancasila benar-benar hadir melalui kepedulian sosial, keadilan, toleransi, serta semangat menjaga persatuan di tengah masyarakat.
| Baca juga: Pentingnya Bela Negara di Era Digital |
“Jadilah teladan di tengah masyarakat. Tunjukkan bahwa kebajikan Pancasila itu nyata, hadir dalam bentuk kepedulian sosial, keadilan bagi sesama, dan persatuan masyarakat yang kokoh,” pesannya.
Sementara itu, Anggota Komisi XIII DPR RI Franciscus M.A. Sibarani menilai Kalimantan Barat memiliki modal sosial yang kuat dalam pengamalan nilai-nilai Pancasila, terutama dalam kehidupan masyarakat yang beragam.
Ia menyebut Kalimantan Barat masuk dalam 10 besar provinsi dengan dimensi toleransi tertinggi berdasarkan indeks kerukunan umat beragama tahun 2025 yang dirilis Kementerian Agama, dengan skor 91,82 persen. Menurutnya, keberagaman bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagian dari kehidupan yang harus dikelola dengan baik.
“Kalimantan Barat juga memiliki contoh bahwa keberagaman bukan sesuatu yang kita hindari, tetapi keberagaman adalah bagian dari kehidupan,” kata Franciscus.
Dalam konteks tugas DPR RI, Franciscus menjelaskan Komisi XIII memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan. Kehadiran mereka bersama BPIP merupakan bagian dari upaya memastikan implementasi kebijakan serta program pembinaan ideologi Pancasila berjalan dan memberikan dampak di masyarakat.
Franciscus juga menyoroti ancaman penyebaran paham radikal dan terorisme melalui ruang digital. Berdasarkan temuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang disampaikannya dalam rapat dengar pendapat, terdapat ribuan konten yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme, termasuk konten propaganda serta materi yang berkaitan dengan pelaksanaan serangan.
Ia mengingatkan bahwa media sosial menjadi salah satu ruang yang sangat mudah digunakan untuk menyebarkan berbagai informasi, termasuk hoaks. Facebook, misalnya, disebut menjadi salah satu platform dengan temuan akun yang cukup tinggi, disusul berbagai akun maupun tautan pada platform digital lainnya.
“Karena itu, kita semua sudah selayaknya menggunakan media sosial dengan bijak,” tegasnya.
Franciscus mencontohkan informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang terkadang kembali disebarkan meski merupakan kejadian lama. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan apabila masyarakat tidak melakukan verifikasi sebelum menyebarluaskan informasi.
Ia berharap kegiatan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila dapat melahirkan kader-kader yang tidak hanya memahami nilai Pancasila, tetapi juga mampu menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi digital, menjaga toleransi, serta merawat persatuan bangsa.
(DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....