Tinjau Karhutla Rasau Jaya, Pemprov dan Pemkab Kubu Raya Maksimalkal Penanganan

  • 02 Sep 2026 13:49 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sekunder C, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya, Rabu, 2 September 2026.

Sukiryanto mengatakan, kunjungan Gubernur Kalbar tersebut merupakan bentuk perhatian dan upaya pemerintah dalam melihat secara langsung kondisi karhutla yang terjadi di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

"Alhamdulillah Pak Gubernur turun langsung melihat situasi dan kondisi," ujar Sukiryanto.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi di Sekunder C bukan merupakan titik awal kebakaran. Api disebut berasal dari wilayah Sekunder A dan kemudian merambat hingga Sekunder C. Lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat dan, berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat unsur kesengajaan.

"Ini sebenarnya bukan di sini awal kebakarannya, tetapi dari Sekunder A sampai ke Sekunder C. Ini lahan masyarakat yang tidak ada unsur kesengajaan dan memang ini imbas dari Sekunder B," katanya.

Sukiryanto berharap kondisi cuaca ke depan dapat membantu proses pemadaman karhutla. Ia optimistis hujan akan turun sehingga api dapat segera dipadamkan dan kondisi asap berangsur menghilang.

Dalam penanganan karhutla tersebut, pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi terus mengerahkan berbagai sumber daya. Gubernur Kalbar bersama jajaran kepala perangkat daerah provinsi turun langsung ke lokasi, sementara Bupati Kubu Raya mendampingi Kapolda Kalbar melakukan peninjauan di lokasi lainnya.

Sukiryanto juga menyampaikan imbauan Bupati Kubu Raya kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar turut peduli dan terlibat dalam penanganan karhutla. Dukungan tersebut dapat diberikan dalam bentuk tenaga maupun bantuan material untuk masyarakat terdampak serta para petugas pemadam yang telah berjibaku memadamkan api.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan seluruh unsur terus digerakkan dalam penanganan karhutla, mulai dari tenaga kesehatan, TNI-Polri hingga masyarakat.

"Jadi semua kita gerakkan. Dari tenaga kesehatannya, dari TNI-Polrinya, kemudian masyarakatnya. Semua kita gerakkan," ujar Ria Norsan.

Ia menyebutkan salah satu wilayah yang saat ini menjadi perhatian serius adalah Kabupaten Ketapang. Upaya pemadaman melalui water bombing sebelumnya belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi asap yang terlalu pekat.

"Yang paling parah itu sekarang titik api di Ketapang," katanya.

Ria Norsan menambahkan, pemerintah juga masih mengupayakan teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada keberadaan bibit awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

Ia berharap hujan dapat turun pada periode 3 hingga 9 September 2026 sehingga membantu proses pemadaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Gubernur juga kembali mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik lahan kosong, pertanian maupun perkebunan, agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam membuka atau membersihkan lahan.

Menurutnya, pembakaran yang dilakukan oleh satu orang dapat menimbulkan dampak yang sangat luas terhadap masyarakat. Selain menyebabkan gangguan kesehatan akibat asap, karhutla juga dapat mengganggu aktivitas penerbangan, terlebih lokasi kebakaran di Sekunder C berada tidak jauh dari kawasan Bandara Supadio.

"Tolonglah, karena kasihan. Gara-gara satu orang membakar, yang korban ribuan orang yang kena asap dan lain sebagainya. Penerbangan juga nggak bisa," tegasnya.

Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dan menjaga lingkungan agar dampak kabut asap tidak semakin meluas. (DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....