Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Kubu Raya, Penanganan Diperkuat
- 22 Agt 2026 20:46 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Kubu Raya - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau secara langsung kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), salah satunya di kawasan Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah pusat untuk melihat langsung perkembangan penanganan karhutla sekaligus memastikan dukungan terhadap upaya pemadaman yang dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait.
Presiden Prabowo dalam kunjungan tersebut didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto mengatakan, kunjungan langsung Presiden menunjukkan bahwa persoalan karhutla di Kalimantan Barat mendapat perhatian penuh dari pemerintah pusat. Menurutnya, setelah melakukan rapat bersama Presiden, rombongan kemudian melihat kondisi kebakaran di kawasan Jalan A. Yani III.
Sukiryanto menyebut pemerintah pusat telah mengambil sejumlah langkah untuk memperkuat operasi penanganan karhutla, baik melalui pengerahan kekuatan udara maupun penambahan dukungan di darat.
"Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kondisi karhutla di Kalimantan Barat. Setelah rapat, kami langsung bersama-sama melihat titik kebakaran untuk memastikan penanganannya bisa dilakukan secara maksimal," ujar Sukiryanto.
Sebagai bagian dari penguatan pemadaman, pemerintah pusat akan mengerahkan pesawat water bombing untuk membantu operasi dari udara. Sukiryanto menyampaikan, empat unit pesawat dijadwalkan tiba pada Sabtu sore dan jumlah tersebut akan kembali ditambah pada hari berikutnya.
"Untuk tahap awal, empat pesawat water bombing akan datang sore ini. Kemudian akan ada tambahan sehingga nantinya sekitar delapan pesawat disiapkan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Barat," jelasnya.
Selain dukungan udara, pemerintah pusat juga menambah kekuatan di lapangan. Sebanyak 50 unit mobil pemadam kebakaran akan disiapkan, disertai tambahan personel sekitar 1.200 orang. Pengendalian api dengan metode pengepungan juga akan semakin diintensifkan untuk mencegah api bergerak ke wilayah lain.
Menurut Sukiryanto, tambahan armada dan personel tersebut akan memberikan daya dukung yang signifikan bagi pemerintah daerah. Ia berharap seluruh kekuatan yang dikerahkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mengendalikan penyebaran titik api.
"Kami sangat terbantu dengan adanya penguatan dari pemerintah pusat. Dengan tambahan armada, personel, dan dukungan pesawat, tentu kemampuan kita dalam menangani karhutla akan semakin besar," katanya.
Upaya pengendalian karhutla juga dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca. Sukiryanto menjelaskan, pemerintah sebelumnya telah melakukan penyemaian garam sebagai bagian dari upaya memicu pertumbuhan awan hujan.
"Hingga saat ini sekitar 3.500 ton garam sudah digunakan dalam penyemaian. Karena ada potensi awan pada 23 sampai 27 Agustus, Presiden juga meminta agar upaya penyemaian tersebut diperkuat sehingga peluang turunnya hujan dapat dimaksimalkan," ungkapnya.
Penambahan bahan untuk penyemaian, lanjut Sukiryanto, akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla yang tidak hanya mengandalkan pemadaman, tetapi juga memanfaatkan kondisi cuaca untuk membantu mengurangi intensitas kebakaran.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, petugas pemadam, relawan, hingga masyarakat harus bergerak secara bersama-sama agar kebakaran dapat segera dikendalikan.
"Kita berharap seluruh dukungan yang diberikan ini bisa mempercepat penanganan dan mengurangi dampak karhutla. Atas nama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden beserta seluruh jajaran atas perhatian serta bantuan yang diberikan," tutup Sukiryanto. (DiskominfoKKR/IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....