Rakor Karhutla di Lanud Supadio, BNPB Minta Daerah Tingkatkan Kewaspadaan

  • 07 Agt 2026 09:56 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus di Posko Utama Karhutla Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kamis, 6 Agustus 2026 malam.

Dalam paparannya, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus menyampaikan bahwa periode rawan karhutla di Kalimantan Barat berlangsung pada Juli hingga Oktober, dengan puncak kerawanan diperkirakan terjadi pada Agustus.

Ia mengungkapkan adanya peningkatan titik panas di sejumlah wilayah, terutama Kabupaten Ketapang, sehingga seluruh jajaran diminta bergerak cepat agar titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Menurutnya, penanganan karhutla di Kalimantan Barat menghadapi tantangan besar karena didominasi lahan gambut yang mudah terbakar dan menghasilkan asap pekat. Karena itu, pemerintah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta pemerintah kabupaten/kota terus memperkuat patroli terpadu, deteksi dini, pemadaman darat, dan operasi udara.

Krisantus juga berharap dukungan pemerintah pusat melalui penguatan operasi udara, penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), serta penambahan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.

Sementara itu, Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto menegaskan seluruh daerah harus meningkatkan kewaspadaan sesuai arahan Presiden RI. Ia meminta setiap titik panas segera ditangani agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar yang berdampak pada masyarakat.

Suharyanto juga menginstruksikan optimalisasi operasi water bombing serta peningkatan kapasitas awak pesawat untuk mendukung penanganan kebakaran, khususnya di kawasan lahan gambut.

Berdasarkan laporan BMKG Kalimantan Barat, dalam enam minggu ke depan curah hujan diperkirakan masih sangat rendah karena belum ada potensi pembentukan awan yang signifikan.

Pemerintah daerah, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan melalui patroli, deteksi dini, edukasi, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Rakor tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kalimantan Barat, Bupati Ketapang, Wakil Bupati Kayong Utara, jajaran TNI/Polri, BPBD, BMKG, Manggala Agni, dan instansi terkait sebagai bentuk penguatan sinergi menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau. (DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....