BBGRM ke-XXIII Jadi Momentum Perkuat Kolaborasi dan Kepedulian Sosial

  • 28 Jul 2026 12:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya - Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan bahwa Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai jati diri dan kekuatan bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat mencanangkan BBGRM ke-XXIII Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Taman Dirgantara Angkasa Pura, Selasa, 28 Juli 2026. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan operasi pasar murah yang menyediakan 1.000 paket sembako seharga Rp90 ribu per paket dan 2.000 paket telur seharga Rp15 ribu per paket sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Menurut Norsan, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, semangat kebersamaan tidak boleh luntur. Sebaliknya, gotong royong harus terus dipelihara dan diperkuat sebagai modal sosial dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Gotong royong harus terus kita hidupkan sebagai modal sosial untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan. Dengan kolaborasi dan kebersamaan yang kuat, saya yakin pembangunan akan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Norsan juga mengajak seluruh pemerintah daerah hingga tingkat desa dan kelurahan untuk terus mendorong inovasi pembangunan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. Menurutnya, berbagai layanan yang dihadirkan dalam kegiatan BBGRM, seperti penyerahan bantuan peralatan gotong royong, bantuan bibit tanaman, operasi pasar murah, pelayanan keluarga berencana gratis, hingga pameran UMKM merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

“Saya berharap bantuan dan layanan yang diberikan hari ini tidak berhenti pada manfaat sesaat, tetapi menjadi pengungkit untuk membangun kemandirian, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat kolaborasi di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan pencanangan BBGRM menjadi pengingat bahwa budaya gotong royong merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.

“Pencanangan ini dilaksanakan setiap tahun sebagai pengingat bahwa leluhur kita telah mewariskan budaya gotong royong yang sangat mulia. Semangat ini harus terus kita hidupkan, bukan hanya di tengah masyarakat, tetapi juga di lingkungan pemerintahan,” kata Sujiwo.

Sujiwo menjelaskan, semangat gotong royong telah menjadi bagian penting dalam berbagai program pembangunan di Kabupaten Kubu Raya. Salah satunya melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Lanud Supadio dalam menata kawasan Taman Dirgantara Angkasa Pura yang kini berkembang menjadi ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Taman Dirgantara ini adalah salah satu bukti hasil gotong royong antara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dengan Lanud Supadio. Dulu kawasan ini gelap dan belum tertata, sekarang menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat dan menjadi tempat bagi sekitar seratus pelaku UMKM mencari rezeki,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Sujiwo mengatakan semangat gotong royong juga menjadi kekuatan utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kubu Raya.

Jiwo menyebutkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, dan para relawan telah memberikan kontribusi besar dalam upaya pengendalian kebakaran.

“Penanganan kebakaran lahan yang kami lakukan hari ini juga merupakan wujud nyata gotong royong. Tanpa dukungan TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan seluruh pihak, tentu akan sangat berat bagi kami menghadapi situasi di lapangan. Karena itu saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah,” ungkapnya.

Sujiwo berharap semangat gotong royong tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Membangun semangat gotong royong jauh lebih penting daripada sekadar menggelar seremonial. Yang kita butuhkan adalah bagaimana semangat itu diterapkan dalam bekerja, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Melalui pencanangan BBGRM ke-XXIII, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap semangat gotong royong terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai fondasi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antar seluruh pemangku kepentingan. (DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....