Dukungan Keluarga Jadi Kunci Anak Berprestasi dan Percaya Diri
- 24 Agt 2026 13:19 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Memiliki anak yang berprestasi dan percaya diri di atas panggung merupakan impian setiap orang tua. Namun, proses panjang serta komitmen di balik layar sering kali membutuhkan pengorbanan serta dukungan penuh dari seluruh anggota keluarga.
Prinsip tersebut ditegaskan dalam siaran dialog interaktif program "IDOLA: Indonesia Layak Anak" yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube RRI Pro 1 Pontianak pada Minggu, 23 Agustus 2026. Siaran bertema "Menemukan Potensi Anak Lewat Dukungan Keluarga" ini menghadirkan sosok ibu inspiratif, Mama Rizka, bersama kedua putrinya yang berprestasi di bidang fashion & modeling: Hafizha Herin (Indonesia's Girl Junior Kalimantan Barat 2025) dan Khanza Assyfa Banafsha (Model Cilik).
Dedikasi orang tua dalam mendampingi sang buah hati terlihat jelas saat Mama Rizka menceritakan rutinitasnya bersama anak-anak sejak pagi hari. Sebelum menghadiri dialog siaran radio, ia sudah harus mendampingi anak-anaknya mengikuti kegiatan lomba karnaval sejak subuh.
"Pagi-pagi udah ready sekali. Anak-anak ikut karnaval, [saya] nganterin. Soalnya ribet pakaiannya, harus siap dari subuh," tutur Mama Rizka.
Kesuksesan kedua putrinya tidak lepas dari full support ekosistem keluarga besar. Mulai dari rancangan gaun etnik hingga urusan tata rias (make up), semuanya ditangani secara internal oleh tim keluarga tanpa harus menyewa dari luar.
"Semua disiapkan dari sepupu saya kebetulan juga desainer terus dia bisa make up. Jadi ya sudah, semua saya serahkan ke tim keluarga," ucapnya.
Di balik jadwal latihan yang padat dan dinamika perlombaan, Mama Rizka membagikan sudut pandang penting mengenai mentalitas dalam mendampingi anak. Ia berpesan agar orang tua tidak menjadikan capaian anak sebagai ajang menuntut hasil akhir semata.
"Jangan jadikan mereka beban. Kalau juara atau tidak itu urusan nanti, yang penting jangan dimarahi, karena itu bisa mematikan mental anak," katanya menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis buah hati.
Ia menambahkan bahwa kegagalan di sebuah ajang lomba seharusnya disikapi sebagai evaluasi positif dan bahan pembelajaran bersama, bukan dengan rasa marah. "Kalau mereka belum juara, coba lagi, dicoba lagi. Saya enggak akan marah, justru saya bilang ini buat pelajaran kamu. Di mana salahnya, kita belajar," kata Mama Rizka.
Melalui pendampingan yang hangat, penuh kasih sayang, dan kebebasan dari beban mental, kedua putrinya dapat tumbuh menjadi pribadi berani dan berprestasi. Pembelajaran dari kisah ini menjadi pengingat bagi para orang tua bahwa modal terbesar seorang anak untuk mengembangkan potensinya adalah rasa aman dan dukungan tanpa syarat dari keluarganya sendiri.
Baca juga: Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Ibu Hamil Perlu Penuhi Kebutuhan Gizi Harian
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....