Pentingya Healing untuk Mencegah Burnout, Tidak Harus Selalu Pergi Liburan
- 22 Jun 2026 16:42 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah padatnya aktivitas kerja, pendidikan, dan berbagai tuntutan sehari-hari, banyak orang mulai merasa lelah secara fisik maupun mental. Jika dibiarkan terus-menerus, kondisi ini dapat berkembang menjadi burnout atau kelelahan berkepanjangan yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan.
Belakangan ini, istilah healing semakin populer di media sosial. Namun, healing tidak selalu berarti pergi berlibur atau menghabiskan banyak uang. Secara sederhana, healing adalah upaya memulihkan energi fisik dan mental setelah menghadapi tekanan, stres, atau rutinitas yang padat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam ICD-11 mendefinisikan burnout sebagai sindrom akibat stres kronis yang tidak berhasil dikelola dengan baik. Kondisi ini biasanya ditandai dengan kelelahan, menurunnya motivasi, sulit berkonsentrasi, hingga berkurangnya efektivitas dalam beraktivitas.
Untuk mencegah burnout, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas sederhana. Salah satunya adalah berolahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, yoga, atau brisk walking. Penelitian yang dipublikasikan dalam The Lancet Psychiatry (2018) menunjukkan bahwa aktivitas fisik berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik dan tingkat stres yang lebih rendah.
Menghabiskan waktu di alam juga dapat membantu pikiran menjadi lebih rileks. Penelitian dalam jurnal Scientific Reports (2019) menemukan bahwa orang yang menghabiskan waktu minimal dua jam per minggu di ruang terbuka hijau cenderung memiliki tingkat kesehatan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Selain itu, menjalani hobi, mengurangi paparan media sosial, serta meluangkan waktu bersama keluarga dan sahabat juga dapat menjadi cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental. Dukungan sosial sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu faktor penting dalam membantu seseorang menghadapi tekanan hidup dan stres.
Pada dasarnya, healing bukan tentang mengikuti tren, melainkan tentang memberi ruang bagi diri sendiri untuk beristirahat dan memulihkan energi. Dengan menjaga keseimbangan antara aktivitas dan waktu istirahat, seseorang dapat mengurangi risiko burnout sekaligus menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....