Usaha Hidroponik di Pontianak Terus Berkembang
- 01 Okt 2025 19:25 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Hidroponik kini semakin diminati masyarakat, terutama generasi muda yang ingin memulai usaha di bidang pertanian modern. Salah satunya adalah Syarif, pemilik Bang Gendut Hidroponik di Pontianak. Melalui program Young Entrepreneur Pro 2 RRI Pontianak edisi Senin (29/9/2025) lalu, ia berbagi kisah perjalanan usahanya yang berawal dari pengalaman sederhana.
Syarif mengaku awalnya hanya menjadi pekerja lepas yang membantu mencabut sayuran. Namun, dari aktivitas itulah ia mulai jatuh cinta pada dunia hidroponik. “Dari awalnya cuman pekerjanya cuma nyabut-nyabutin sayur sampai saya buatlah hidroponik sendiri gitu kan. Sampai bikin sendiri nih. Jadi, cinta ya sama hidroponik,” katanya.
Usaha hidroponik yang dirintisnya kini memproduksi tiga jenis sayuran, yaitu pakcoy, kangkung, dan selada. Meski terdengar mudah, menanam secara hidroponik menurutnya tetap memiliki tantangan. Ia menyebut bahwa hidroponik adalah sesuatu yang susah-susah gampang, tidak bisa dibilang terlalu sulit namun juga tidak bisa dibilang mudah, melainkan berada di tengah-tengahnya.
Syarif juga menyebutkan bahwa salah satu kesulitan yang kerap ditemui adalah masalah hama, terutama ulat, yang membuatnya harus mencari cara untuk mengatasinya. Ia menambahkan bahwa cuaca panas di Pontianak juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesegaran tanaman.
Inspirasi Syarif terjun ke dunia hidroponik datang dari orang terdekatnya. “Saya terinspirasi itu dari abang saya punya kawan dokter, tapi dokter dua-duanya tuh mau kerja hidroponik masih menanam hidroponik. Jadi saya berpikiran, dokter aja masih mau yang banyak uang, masa kita yang gak ada uang, yang sikit uang enggak mau kerja hidroponik,” ujarnya.
Bang Gendut Hidroponik berlokasi di Sungai Jawi Dalam, jalur 5. Selain bisa membeli sayuran segar langsung di kebunnya, Syarif juga membuka kesempatan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin belajar atau sekadar berkunjung.
“Kalau mau belajar juga bisa, mau magang juga bisa. Kalau mau beli langsung nih, boleh langsung pilih aja sendiri. Pilih sendiri yang segar-segar,” katanya.
Harga sayuran hidroponik di kebun ini disebut cukup terjangkau. Syarif menjelaskan bahwa selada hidroponik dijual mulai dari Rp10.000 per 200 gram, sudah dikemas rapi, bersih, dan menarik. Untuk pembelian minimal 2 kilogram, pihaknya bahkan memberikan layanan gratis ongkir di wilayah Kota Pontianak.
Ke depan, ia berencana mengembangkan usaha tidak hanya pada penanaman, tetapi juga merambah produksi bibit dan penjualan perlengkapan hidroponik. Meski begitu, Syarif tetap menekankan bahwa kunci utama dari usahanya terletak pada kesabaran dan rasa syukur, dengan pesan sederhana: selalu bersyukur dan banyak bersabar.
Nama Bang Gendut Hidroponik sendiri dipilih dengan alasan sederhana. “Iya, sesuai dengan badan sih, Kak. Maksudnya ada kawan-kawan bilang, ‘Eh, Bang Gendut tuh, Bang Gendut.’ Jadi, kita ubah aja namanya. Jadi, Bang Gendut Hidroponik,” katanya sambil tertawa.
Baca juga: Hidroponik, Teknik Budi Daya Tanaman Tanpa Tanah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....