Penyakit Doom Spending: Kenapa Orang Stres Malah Makin Hobi Belanja Online?

  • 03 Jul 2026 14:48 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Pernahkah Anda merasa sangat lelah setelah seharian bekerja atau stres memikirkan masa depan, lalu tiba-tiba tangan Anda otomatis membuka aplikasi belanja online? Tanpa pikir panjang, Anda langsung memasukkan barang-barang ke keranjang dan menekan tombol checkout. Fenomena ini kini dikenal dengan istilah doom spending, yaitu kebiasaan menghamburkan uang untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan sebagai pelarian dari rasa cemas, stres, atau keputusasaan terhadap situasi hidup.

Secara psikologis, belanja online saat stres bertindak seperti obat penenang instan. Ketika kita mengklik tombol "beli", otak kita melepaskan hormon dopamin, yaitu zat kimia yang memicu rasa senang dan puas. Sensasi bahagia ini sering kali muncul bahkan sebelum barangnya sampai di rumah—baru melihat notifikasi "pesanan diproses" saja sudah bikin hati lega. Sayangnya, rasa bahagia ini sifatnya sangat sementara. Begitu euforianya hilang, rasa cemas itu biasanya akan kembali datang, sering kali ditambah dengan rasa bersalah karena melihat saldo rekening yang berkurang.

Ironisnya, doom spending sering kali dipicu oleh rasa pasrah terhadap kondisi ekonomi yang terasa makin sulit. Banyak anak muda zaman sekarang yang merasa bahwa menabung sebanyak apa pun tetap tidak akan cukup untuk membeli aset besar seperti rumah mewah atau tanah. Karena menganggap impian besar tersebut sudah tidak realistis lagi untuk dicapai, mereka akhirnya memilih untuk menghabiskan uangnya demi kesenangan kecil yang bisa dinikmati saat ini juga, seperti baju baru, kopi estetik, atau gadget kekinian.

Kemudahan teknologi juga menjadi bensin yang membuat api doom spending makin berkobar. Dulu, untuk belanja kita harus bersiap-siap dan pergi ke toko fisik, yang memberikan kita waktu untuk berpikir ulang. Sekarang, dengan adanya fitur one-click payment, paylater, dan algoritma media sosial yang terus-menerus menyodorkan barang sesuai selera kita, godaan itu ada di dalam genggaman selama 24 jam penuh. Belanja menjadi terlalu mudah, bahkan bisa dilakukan sambil rebahan di kasur saat kita sedang merasa paling kesepian atau stres.

Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini jelas akan menjadi bom waktu bagi kesehatan finansial Anda. Dompet yang terkuras akibat doom spending justru akan menciptakan lingkaran setan baru: Anda stres karena masalah hidup, lalu belanja; setelah belanja, Anda makin stres karena tidak punya uang; dan untuk mengatasi stres tersebut, Anda pun belanja lagi. Pada akhirnya, tabungan masa depan atau dana darurat yang seharusnya menjadi jaring pengaman Anda malah habis tak berbekas untuk hal-hal yang sifatnya fungsional sesaat.

Untuk keluar dari jeratan doom spending, langkah awal yang paling penting adalah menyadari pemicu emosi Anda. Sebelum menekan tombol bayar, cobalah beri jeda waktu 1x24 jam untuk berpikir apakah barang tersebut benar-benar Anda butuhkan atau hanya sekadar pelampiasan stres. Alihkan rasa cemas Anda ke aktivitas lain yang gratis namun tetap menghasilkan dopamin, seperti olahraga, menonton film, atau mengobrol dengan teman. Ingat, barang belanjaan di dalam paket tidak akan pernah bisa benar-benar menyelesaikan masalah yang ada di dalam pikiran Anda.

Baca juga: Kurang Tidur 1 Jam ternyata Bisa Rusak DNA

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....