Tren Fashion 2026: Dari Quiet Luxury hingga Gaya yang Lebih Ekspresif
- 05 Agt 2026 19:05 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Selama beberapa tahun terakhir, tren quiet luxury menjadi salah satu gaya yang banyak digemari. Tampilan dengan warna netral, potongan klasik, pakaian berkualitas, serta kesan elegan tanpa logo mencolok menjadi pilihan banyak orang untuk terlihat rapi dan berkelas.
Namun memasuki 2026, dunia fashion mulai mengalami perubahan. Tren berpakaian tidak lagi hanya berfokus pada kesan mahal atau mengikuti gaya tertentu, tetapi mulai bergeser ke arah ekspresi diri. Pakaian kini menjadi cara seseorang menunjukkan karakter, kenyamanan, dan identitas personal.
Perubahan ini terlihat dari semakin beragamnya gaya yang berkembang, mulai dari tampilan feminin, praktis, hingga kombinasi berbagai estetika yang lebih berani. Fashion tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi bagaimana seseorang dapat mengolah pakaian sesuai kepribadiannya.
Gaya quiet luxury sendiri bukan berarti menghilang. Pakaian dasar seperti blazer, kemeja putih, celana bahan, dan warna-warna netral masih menjadi bagian penting dalam dunia fashion. Namun, cara menggunakannya mulai lebih fleksibel.
Sebagai contoh, blazer klasik kini tidak hanya dipadukan dengan celana formal dan sepatu pantofel, tetapi juga bisa digunakan bersama jeans, sneakers, atau aksesori yang lebih mencolok. Begitu pula dengan pakaian sederhana yang dapat terlihat berbeda melalui permainan aksesori, warna, maupun teknik padu padan.
Perkembangan fashion 2026 juga menunjukkan meningkatnya minat terhadap gaya yang lebih feminin dan romantis. Detail seperti pita, renda, rok bervolume, hingga pakaian dengan potongan unik kembali mendapatkan perhatian melalui tren seperti balletcore.
Meski identik dengan kesan lembut, tren tersebut kini berkembang dengan sentuhan yang lebih modern. Elemen feminin dapat dipadukan dengan gaya yang lebih tegas, seperti jaket oversized, sepatu kasual, atau aksesori berkarakter sehingga menghasilkan tampilan yang lebih personal.
Di sisi lain, gaya yang mengutamakan fungsi juga semakin populer. Konsep utility dressing menghadirkan pakaian dengan inspirasi dari busana kerja, seperti celana cargo, jaket multifungsi, vest, hingga pakaian dengan banyak kantong.
Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mempertimbangkan kenyamanan dan fungsi dalam memilih pakaian. Busana tidak hanya dinilai dari tampilannya, tetapi juga bagaimana pakaian tersebut mendukung aktivitas sehari-hari.
Perubahan tren fashion ini menunjukkan bahwa gaya berpakaian semakin menjadi bentuk komunikasi seseorang. Ketika tren tertentu terlalu banyak digunakan, sebagian orang mulai mencari cara agar penampilannya terasa lebih berbeda dan mencerminkan dirinya.
Pada akhirnya, tren fashion 2026 bukan hanya tentang mengikuti warna, merek, atau gaya tertentu. Perkembangan terbesar justru terlihat dari keberanian seseorang dalam memilih pakaian yang sesuai dengan karakter dan membuat dirinya merasa nyaman.
Sebab, pakaian yang menarik bukan hanya yang terlihat bagus di media sosial, tetapi juga yang mampu membuat seseorang lebih percaya diri saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....