Tetap Lokal Go Global: Budaya Kuatkan Persatuan
- 29 Okt 2025 14:13 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Program siaran SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) dalam segmen TOSERBA (Topik Serba Ada) di RRI Pro 2 Pontianak kembali menghadirkan diskusi menarik yang berfokus pada pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi. Siaran yang tayang pada Rabu, (29/10/2025), pukul 08.00 - 09.00 WIB, ini mengangkat tema sentral: "Tetap Lokal, Go Global: Bangga Budaya, Kuatkan Persatuan."
Dipandu oleh penyiar Krismi dan Erna, serta menghadirkan narasumber Khairo, pembahasan ini menekankan bahwa kebanggaan terhadap budaya lokal merupakan fondasi utama bagi penguatan persatuan bangsa. Dalam era di mana informasi dan tren luar mudah diakses, kesadaran dan kecintaan terhadap warisan budaya sendiri menjadi benteng yang vital.
Dalam dialog ini, Khairo mengupas bagaimana generasi muda dapat berperan aktif dalam melestarikan sekaligus mempromosikan budaya lokal ke kancah global. Strategi "Go Global" tidak berarti melupakan akar, melainkan memanfaatkan teknologi dan platform internasional untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, mulai dari tarian, kuliner, hingga adat istiadat.
“Di tengah arus globalisasi berkembang dengan pesat, kita memiliki kebudayaan atau setidaknya kearifan lokal, baik berupa adat atau yang lain, misalnya yang kita punya salah satunya adalah Batik. Jadi, sering pakai batik adalah contoh mempertahankan atau melestarikan kearifan lokal. Apalagi walau anak muda punya style, namun batik sekarang ini tentunya sudah mengikuti selera anak muda, jadi tidak ketinggalan zaman dong,” katanya.
Selain itu ia menilai dalam mencintai budaya lokal masih relevan saat ini, karena nilai budaya itu memiliki nilai esensi tersendiri.
“Berbeda dengan budaya kebarat baratan, ada nilai terutama nilai spiritual dari budaya lokal kita, misalnya budaya di suku Melayu ada robo-robo, suku Dayak dengan gawainya. Itu semua digelar atas rasa syukur terhadap hasil yang kita rasakan atau kita alami saat ini,tinggal bagaimana kita mengenalkan tersebut ke generasi muda dengan narasi yang baik dan benar,” ucapnya
Sebagai anak daerah, dia pun mengajak untuk terus menunjukan identitas lokal di kehidupan sehari hari dengan menggunakan Bahasa daerah. Karena tiap daerah punya Bahasa daerah nya masing-masing, yang mencerminkan identitas budaya suatu wilayah.
“Kalau misalkan kita di forum formal, kita pakai Bahasa Indonesia. Di luar itu, pakai lah bahasa daerah. Kita harus mampu menyesuaikan baik kepada waktu dan lawan bicara,” tuturnya.
Melalui upaya kolektif untuk membanggakan budaya, Khairo berpesan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di antara masyarakat, menjadikan keragaman budaya sebagai kekuatan, bukan pemisah.
Anda dapat menyaksikan kembali siaran lengkapnya melalui tautan YouTube: https://www.youtube.com/live/Jd5-1MvKSE8?si=_4Y77gnKkHt5QfAS
Baca juga: Duta Bahasa Kalbar: Mengabdi dan Jaga Budaya Lokal
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....