Sarapan Rp10 Ribu Jadi Primadona Pelajar

  • 30 Sep 2026 07:52 WIB
  •  Pontianak
Poin Utama
  • Peluang usaha sarapan pagi murah meriah terus berkembang dan menjamur di Kota Pontianak, khususnya di sepanjang Jalan Tanjungpura.
  • Lapak-lapak sederhana beratap payung warna-warni menawarkan nasi dan lauk-pauk siap saji dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan sarapan cepat.
  • Konsumen dari berbagai kalangan termasuk pekerja, pengendara, dan pelajar menjadi target utama bisnis sarapan pagi ini karena kepraktisan dan efisiensi waktu.

RRI.CO.ID, Pontianak - Peluang usaha sarapan pagi murah meriah kian menjamur di Kota Pontianak. Di sepanjang Jalan Tanjungpura, lapak-lapak sederhana beratap payung warna-warni kini menjadi pemandangan rutin setiap pagi, menyasar para pekerja, pengendara, hingga pelajar yang ingin sarapan cepat, praktis, dan terjangkau.

Berdasarkan pantauan pada Selasa, 30 September 2026 pagi, sebuah lapak di trotoar Jalan Tanjungpura tampak ramai diserbu pembeli. Di atas meja lipat yang dialas kain kotak-kotak, puluhan kotak nasi dan lauk-pauk siap saji tertata rapi. Sejumlah pembeli, sebagian masih mengenakan helm dan seragam kerja, tampak antri membeli.

Penjual di lapak tersebut, Ibu Nina, mengaku aktivitas jual beli di kawasan itu memang meningkat pesat dalam beberapa bulan terakhir.

"Saya di sini bukan pemilik usaha, saya hanya menjaga jualan saja. Yang punya orang lain, saya disuruh jaga di sini," ujar Ibu Nina saat ditemui di lokasi.

Ia mengatakan, sarapan dengan harga Rp10.000 per porsi menjadi kunci larisnya dagangan tersebut. Dengan modal gerobak sederhana dan lokasi strategis di pinggir jalan utama, perputaran ekonomi berjalan cukup cepat. Lapak biasanya buka sejak pukul 06.00 WIB dan sudah habis sebelum jam kerja dimulai.

Murahnya harga menjadi daya tarik utama bagi kalangan pelajar. Salah seorang pembeli, Joya, pelajar di Kota Pontianak, mengaku sengaja mampir sebelum berangkat sekolah.

"Menurut saya harga Rp10.000 per porsi itu murah dan mencukupi untuk sarapan pagi. Porsinya pas, rasanya enak, jadi tidak perlu jajan mahal lagi di sekolah," kata Joya.

Fenomena sarapan murah ini menjadi potret adaptasi ekonomi masyarakat perkotaan. Di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok, usaha kuliner kaki lima dengan konsep murah, cepat, dan berada di jalur ramai terbukti mampu bertahan dan bahkan menjadi tumpuan ekonomi warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....