Tinggalkan Kerja Kantoran, Ibu Muda Ini Sukses Kembangkan Raisyabi Snack

  • 09 Sep 2026 14:33 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Mengawali usaha dari nol setelah memutuskan berhenti bekerja, Dwi Komalasari kini sukses merintis UMKM "Raisyabi Snack" yang produknya mulai menjangkau luar daerah hingga ke negara tetangga. Kisah inspiratif ini ia bagikan saat menjadi narasumber dalam program dialog "Ngander - Teras UMKM" yang dipandu oleh Ibeng di RRI Pro 4 Pontianak, Selasa, 8 September 2026.

Dwi, yang akrab disapa Kak Dwi, menceritakan bahwa usahanya mulai dirintis sekitar tahun 2025, tak lama setelah ia mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah perusahaan swasta demi fokus mengurus anak keduanya. Berbekal keinginan untuk tetap memiliki penghasilan sendiri, ia mengikuti pelatihan UMKM dan melahirkan merek "Raisyabi", yang merupakan gabungan dari nama kedua anaknya, Raisyah dan Abiar.

"Waktu itu saya bingung mau buat apa, lalu saya coba buat stik ketan karena rasanya banyak digemari dari anak-anak hingga dewasa. Alhamdulillah, banyak yang minat dan waktu lebaran itu pesanan banyak masuk," ujar Dwi menceritakan awal mula usahanya.

Meski baru berjalan lebih dari satu tahun, Raisyabi Snack mendapat testimoni positif dari pelanggan karena tekstur stik ketannya yang renyah, gurih, dan tidak keras. Dwi menegaskan bahwa kunci utama usahanya untuk mampu bersaing adalah konsistensi dalam menjaga kualitas rasa.

Demi mempertahankan kualitas tersebut, Dwi tidak segan menggunakan bahan baku premium, seperti merek minyak goreng kemasan berkualitas tinggi. Berkat proses yang dijaga ketat, produk stik ketan ini bahkan bisa bertahan dua hingga tiga bulan selama kemasannya belum dibuka.

Selain stik ketan dengan rasa original dan wijen yang saat ini menjadi best seller, Raisyabi Snack juga menawarkan berbagai penganan lain untuk pencinta camilan. Terdapat keripik pisang dengan pilihan rasa cokelat, karamel, dan balado. Tersedia keripik tempe rasa original dan balado serta produk pesanan khusus seperti peyek kacang dan puding sehat.

Dalam sehari, Dwi yang dibantu ibunya dalam proses produksi mampu memproduksi sekitar 3 hingga 5 kilogram penganan, tergantung jumlah permintaan. Produk ini dibanderol dengan harga Rp15.000 per bungkus kemasan, atau Rp140.000 per kilogram.

Saat ini, pemasaran dilakukan secara mandiri dan online melalui Instagram @raisyabisnack dan WhatsApp (0821-1841-6050). Selain itu, ia juga menitipkan produknya di kantin-kantin strategis, seperti di kawasan Mujahidin dan kantor PLN. Lewat sistem promosi dari mulut ke mulut, camilan buatan Dwi kerap dijadikan oleh-oleh yang dibawa pelanggan hingga ke Banjarmasin dan Malaysia.

Ke depannya, Dwi berencana untuk menambah varian rasa baru pada produk stik ketannya, seperti rasa keju, udang, dan cumi. Seluruh produk Raisyabi Snack saat ini juga telah bersertifikat halal, dan Dwi tengah mengurus perizinan P-IRT agar kemasannya dapat ditingkatkan menggunakan aluminium foil sehingga bisa masuk ke berbagai swalayan.

Menghadapi berbagai tantangan dalam berwirausaha, Dwi mengakui bahwa komunitas UMKM sangat membantunya untuk bertahan. Komunitas ini menjadi wadah untuk saling memotivasi dan bertukar informasi pesanan ketika sedang sepi. Ia pun berpesan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha untuk tidak ragu melangkah.

"Jangan takut pada pikiran 'nanti saya tidak bisa'. Kalau kita coba ternyata bisa. Asal ada kemauan dan fokus, insyaallah bisa," katanya.

Baca juga: Pernah Ditolak, E Widiantoro Kini Bukukan 300 Karya Cerpen

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....