Pernah Ditolak, E Widiantoro Kini Bukukan 300 Karya Cerpen

  • 03 Sep 2026 07:55 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Perjalanan karier kepenulisan sastrawan asal Kalimantan Barat, E Widiantoro, membuktikan bahwa ketekunan mampu mengubah kegemaran sederhana menjadi pencapaian luar biasa. Memulai langkah dari tugas resensi buku saat duduk di bangku SMA, ia kini telah berhasil melahirkan lebih dari 300 judul cerita pendek sepanjang 25 tahun masa kiprahnya.

Kisah inspirasi tersebut dibagikan E Widiantoro saat hadir dalam program siaran "Ngander" di RRI Pro 4 Pontianak, Senin, 31 Agustus 2026 lalu. Dalam obrolan yang juga disiarkan live di kanal YouTube Suara Budaya Kalimantan Barat tersebut, ia menceritakan bagaimana awal mula perjalanan karirnya yang ditempuh dengan penuh keterbatasan fisik maupun finansial.

RRI memiliki peran historis yang sangat besar dalam membakar semangat menulisnya sejak era 1990-an. Kala itu, cerpen-cerpen awalnya kerap dikirimkan dan dibacakan secara langsung oleh para penyiar RRI Pontianak, yang kemudian menjadi pemantik motivasi utamanya dalam memproduksi naskah secara konsisten.

Mengenang masa-masa awal merintis karir, Widi menceritakan berbagai tantangan berat yang harus dilaluinya, termasuk keraguan dari lingkungan terdekat.

"Waktu itu perjuangannya benar-benar dari nol. Saya harus menulis naskah secara manual dengan tangan, mengejar kepastian honor dari media massa, hingga rela menyisihkan sisa uang saku untuk ongkos naik kapal demi mengirim tulisan. Bahkan, keluarga awalnya sempat meragukan masa depan saya sebagai seorang penulis," kenang Widiantoro dalam siaran tersebut.

Meski sempat diwarnai keraguan, ia berhasil membuktikan bahwa dedikasinya pada dunia literasi tidak pernah sia-sia. Konsistensinya merawat literasi di Kalimantan Barat akhirnya berbuah manis dengan diraihnya fasilitasi dan apresiasi perseorangan atas Kiprah 25 Tahun Berkarya dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI.

Melihat kemajuan zaman saat ini, Widi menekankan bahwa kemudahan akses internet harusnya bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para penulis pemula untuk meraup peluang ekonomi.

"Generasi muda saat ini hidup di era yang sangat dimudahkan oleh teknologi digital. Sekarang, akses untuk mempublikasikan karya dan menggali potensi penghasilan dari dunia penulisan sudah ada di genggaman tangan, tinggal bagaimana kemauan kita untuk terus konsisten," katanya menegaskan.

Ke depannya, ia berharap ekosistem literasi di Kalimantan Barat dapat tumbuh semakin solid. Widiantoro juga memimpikan hadirnya berbagai ajang sastra berskala nasional di Kalimantan Barat untuk terus memacu dan mewadahi lahirnya bakat-bakat penulis baru.

Baca juga: Luka Tanpa Bekas, PKBI Kalbar Bagi Tips Hadapi Cyberbullying

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....